BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar

idxchannel.com
17 jam lalu
Cover Berita

BEI mendorong perusahaan tercatat untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float minimal 15 persen.

BEI mendorong perusahaan tercatat untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float minimal 15 persen. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float minimal 15 persen. Hal tersebut menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang kini tengah dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO)

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Gede Nyoman Yetna mengatakan, peningkatan free float akan meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor asing maupun lokal. Dengan free float yang memadai, perdagangan saham akan menjadi lebih likuid dan pembentukan harga saham terjadi secara wajar.

Baca Juga:
BEI Jajaki Kerja Sama dengan Bursa Asing demi Serap Free Float 15 Persen

"Free float yang memadai berperan penting dalam meningkatkan likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, menciptakan proses pembentukan harga yang wajar, serta meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor," ujarnya dalam pembukaan Public Expose Live 2026, Selasa (9/6/2026).

Nyoman mengatakan peningkatan free float merupakan bagian dari komitmen Bursa untuk meningkatkan kualitas perdagangan saham dalam jangka panjang, sehingga pasar modal menjadi lebih kredibel dan dipercaya. Dengan begitu diharapkan, pasar modal bisa tumbuh dengan lebih baik ke depannya.

Baca Juga:
OJK: Kemenkeu Bakal Berikan Insentif Pajak Bagi Emiten dengan Free Float 40 Persen

"Pada akhirnya, peningkatan free float merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan peningkatan value bagi perusahaan secara berkelanjutan," lanjutnya.

Nyoman berharap melalui penyelenggaraan Public Expose Live ini jadi wadah perusahaan memaparkan strategi perusahaan kepada investor maupun calon investor, untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham beredar di publik minimal 15 persen.

"Di sisi lain, investor juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari manajemen perusahaan sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan investasi yang lebih komprehensif," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menambahkan, penyelenggaraan public expose live 2026 merupakan bentuk keterbukaan informasi dari perusahaan tercatat, sekaligus memberikan ruang diskusi kepada para investor maupun calon investor.

"Sehingga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float oleh perusahaan tercatat sesuai Peraturan Bursa Nomor 1-A, sehingga perusahaan tercatat dapat terus meningkatkan eksposur dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia," kata Samsul.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasar Puspa Agro Terbengkalai tapi DPRD Jawa Timur Bilang Mulai Untung
• 13 jam lalurealita.co
thumb
Revisi UU UMKM Dikebut, Pemerintah Perkuat Daya Saing Nasional
• 4 jam laludisway.id
thumb
AS Hancurkan Radar Iran, Teheran Balas Tembakkan Rudal! Dunia Deg-Degan Menunggu Langkah Berikutnya
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
DPR Resmi Sahkan RUU Polri Menjadi Undang-Undang, Seluruh Fraksi Setuju
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Akan Selesaikan Konflik Lahan TNI AL dengan Warga di Pasuruan
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.