Menyelami Pola Pikir di Balik Gerak Cepat Prabowo Lewat Buku Presiden Solusi

disway.id
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan fundamental yang dihadapi masyarakat Indonesia. Dalam kurun 1,5 tahun pemerintahannya, Prabowo berhasil menghadirkan solusi atas 108 permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Hal tersebut terungkap dalam buku berjudul “Presiden Solusi” yang merangkum 108 persoalan beserta solusi yang dihadirkan pemerintah, mulai dari kelangkaan LPG hingga pupuk.

Buku tersebut ditulis oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis Agung Gumilar Saputra.

BACA JUGA:Mulai dari LPG sampai Pupuk, 108 Persoalan Diselesaikan Prabowo hanya 18 Bulan

Dalam peluncuran buku di Jakarta, Senin (8/6), Dirgayuza mengatakan bahwa buku tersebut bukan sekadar memuat capaian yang diraih Prabowo dalam waktu singkat, tetapi juga mengajak pembaca untuk memahami gagasan, pendekatan kepemimpinan, serta cara Prabowo dalam mengambil keputusan.

Menurutnya, Prabowo mampu menorehkan capaian tersebut karena meyakini bahwa kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak boleh ditunda. Alasannya, lanjut dia, Prabowo ingin masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari berbagai kebijakan pemerintah.

"Bapak Presiden kita, merasa semua harus di-deliver secepat-cepatnya. Karena rakyat enggak bisa menunggu. Rakyat membutuhkan makan hari ini, rakyat membutuhkan pupuk hari ini, rakyat membutuhkan kemudahan hari ini juga. Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin," ujar Dirgayuza.

Ia menambahkan bahwa langkah cepat Prabowo tersebut bukan dilakukan tanpa perhitungan yang matang. Dirgayuza mengamati bahwa Prabowo selama ini menggunakan kerangka berpikir Observe, Orient, Decide, and Act (OODA) Loop sebelum mengambil keputusan.

BACA JUGA:Bedah Buku 'Presiden Solusi', Abolisi Tom Lembong Contoh Integritas Penegakan Hukum Era Prabowo

OODA Loop merupakan kerangka kerja pengambilan keputusan yang umum digunakan di lingkungan militer, di mana keputusan strategis diambil berdasarkan kecepatan, kelincahan, dan kemampuan beradaptasi. Dalam kerangka tersebut, pengambil keputusan umumnya memulai dengan mengumpulkan data, menganalisisnya, menentukan solusi terbaik, lalu mengimplementasikannya.

Karena menggunakan pendekatan tersebut, Prabowo disebut sangat mengikuti perkembangan informasi. Ketika terdapat fakta atau temuan baru di masyarakat, ia akan mempertimbangkannya sebelum mengambil keputusan yang dinilai paling tepat.

"Jadi kami bekerja dengan beliau, setiap hari kami melihat bagaimana beliau sangat mengikuti perkembangan. Dan tidak akhirnya mengubur fakta yang ditutup-tutupi," imbuhnya.

Menurut Dirgayuza, pola kepemimpinan Prabowo tersebut jarang mendapat sorotan publik. Oleh karena itu, ia bersama Qodari dan Agung memutuskan untuk menuangkannya ke dalam buku “Presiden Solusi”.

BACA JUGA:Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Istana: Komunikasi Pemerintah dengan Buruh Harus Lebih Cair

Senada, Agung juga menilai bahwa Prabowo tidak pernah bersikap impulsif dalam mengambil keputusan. Berdasarkan pengalamannya, Prabowo selalu mempertimbangkan suatu keputusan secara matang, bahkan hingga tiga pekan lamanya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang Probolinggo, Jaga Daya Beli dan Kendalikan Inflasi
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Tolak Pledoi Nadiem, JPU:  Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook!
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Bupati Muara Enim Edison Diduga Terima Suap, KPK Amankan 10 Orang Saat OTT
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Usut Dugaan Korupsi Pabrik Gula, Kortas Tipidkor Polri Ungkap Kerugian Negara Capai Rp645 Miliar
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.