"Kami Pasti Pindah, Tapi Beri Waktu" Permohonan Warga Saat TNI Kosongkan Asrama di Jaksel

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibu Muksinin (75) seorang lansia penghuni rumah di Asrama Eks Yon Zikon 15 di RW 10, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan menjerit histeris saat rumahnya hendak dikosongkan TNI AD pada Selasa (9/6/2026) pagi.

Ibu itu menjerit di hadapan belasan petugas TNI AD yang sudah bersiap mengosongkan rumah tersebut dan meminta para personel untuk pergi.

Ia bahkan menyinggung pengorbanan mendiang suaminya Kolonel Muksinin yang dulu pernah bertugas membela negara di Irian hingga Timor Timur.

"Saya Ibu Muksinin, suami saya Kolonel Muksinin tolong hargai suami saya sudah perjuangan ke Irian Jaya, dari Irian pindah ke Timor Timur, berdarah-darah," ucap Ibu Muksinin kepada para petugas di halaman rumahnya.

"Sampai suami saya trauma, kalau lihat darah pingsan sekarang rumah kami digusur paksa, tolong kasih kami waktu," sambungnya.

Baca juga: TNI Eksekusi Pengosongan Rumah di Kompleks Asrama Lenteng Agung, Warga Histeris dan Pingsan

Ibu Muksinin bersama sang anak tampak bersikeras mengadang para petugas hingga berteriak histeris agar para personel TNI AD tidak mengosongkan rumahnya.

"Saya tidak mau, saya tidak mau, pergi kalian! Pergi!" teriaknya.

Ia beralasan, barang-barang di rumahnya masih belum selesai disortir dan masih membutuhkan waktu untuk mengosongkan rumah secara mandiri.

Ia memastikan dirinya bersama keluarga akan meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah.

Namun, ia meminta agar TNI AD memberikan waktu tambahan agar dirinya bisa bersiap dan menjalani pengobatan terlebih dahulu.

"Saya ini sakit loh, saya enggak mau lihat kalian, saya lagi sakit saya mau berobat tapi malah diginiin, tolong pergi!" ucapnya.

Ibu Mukminin pun menyebut dirinya sudah menghuni rumah bekas asrama itu selama lebih dari 40 tahun.

Bahkan, sang suami pun meninggal dunia di rumah tersebut, sehingga ia merasa sangat berat untuk pindah ke tempat lain.

Baca juga: TAUD Ragukan Peradilan Militer Beri Vonis Berat ke 4 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Meski begitu, sang anak yang turut mengadang prajurit TNI AD mencoba bernegosiasi agar mendapat waktu tambahan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Ini barang ibu bapak saya banyak banget, kami keluarga yang tahu barang-barangnya, kami pasti pindah tapi minta waktunya. Saya janji, saya enggak akan kabur juga, tapi kasih waktu," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Bantah Isu Soal Perombakan Kabinet Besar-besaran
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Selasa 9 Juni 2026
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Rekomendasi 3 Drama China yang Sedih dan Menyayat Hati, Siap-siap Kehabisan Tisu!
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Kapan FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Mozambik? Catat Jadwalnya
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Kantongi Laba Rp65,53 Miliar, Itama Ranoraya (IRRA) Tahan Tebar Dividen
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.