BSI (BRIS) Cetak Laba Bersih Rp2,8 Triliun hingga April 2026

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,8 triliun hingga April 2026.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,8 triliun hingga April 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,8 triliun hingga April 2026. Capaian tersebut tumbuh 17,8 persen secara tahunan.

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho mengatakan, manajemen berkomitmen penuh untuk mengawal kinerja fundamental perseroan melalui berbagai langkah strategis yang berkelanjutan demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:
Potensi Halal Lifestyle Capai Rp5.000 Triliun, BSI (BRIS) Siap Integrasikan UMKM

"BSI terus terus menjaga fundamental performance bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis," kata Ade Cahyo dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Di saat yang sama, penguatan skala bisnis bank tercermin dari total aset yang melonjak 12,17 persen menjadi Rp452 triliun. Hal ini disokong penuh oleh optimalnya fungsi intermediasi, baik dari segi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun ekspansi pembiayaan yang diimbangi dengan manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga:
BSI (BRIS) Perkuat Pengembangan Wakaf Produktif

Hingga April 2026, portofolio DPK yang dikelola BSI tumbuh 17,9 persen menjadi Rp382 triliun. Pos ini didominasi oleh perolehan Tabungan yang melesat 22,02 persen ke level Rp165 triliun, disusul oleh instrumen Deposito dan Giro. Kombinasi dana murah ini membawa rasio dana murah (Current Account Saving Account/CASA) BSI bertengger di level 63,48 persen.

Tingginya kepercayaan terhadap produk pendanaan BSI salah satunya didorong oleh produk Tabungan Haji. Terbukti, dari total 203 ribu jamaah haji reguler asal Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jamaah mempercayakan proses pelunasan biaya hajinya melalui jaringan sistem keuangan BSI.

Di sektor penyaluran dana, BSI berhasil mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 15,59 persen dengan total pembiayaan mencapai Rp332 triliun. Sektor konsumer dan ritel menjadi motor penggerak utama, diikuti oleh penyaluran ke sektor produktif, UMKM, serta mikro.

Meskipun ekspansi berjalan agresif, tingkat kesehatan pembiayaan BSI tetap terjaga. Indikator Non-Performing Financing (NPF) Gross perseroan ditekan ke posisi 1,80 persen, membaik dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar 1,88 persen.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Transformasi SDM & Budaya Kerja, InJourney Raih HR Asia Awards 2026
• 12 jam laludetik.com
thumb
Trump Tegaskan Israel Harus Terima Kesepakatan Apa Pun yang Dicapai AS dengan Iran
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Update Gempa Filipina M7,8: Korban Tewas Bertambah Jadi 15 Orang, Ratusan Luka-Luka
• 21 jam laludisway.id
thumb
Shin Tae-yong Ungkap Alasan Pilih Latih Persija Jakarta, Ini Katanya
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Veda Ega Pratama Ungkap Kesulitan yang Dihadapinya saat Gagal Raih Poin di GP Hungaria 2026
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.