JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan adanya penurunan daya beli masyarakat di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudung usai meninjau Pasar Induk Kramat Jati dan berdialog dengan para pedagang pada Selasa (9/6/2026) pagi.
Baca juga: Kami Pasti Pindah, Tapi Beri Waktu Permohonan Warga Saat TNI Kosongkan Asrama di Jaksel
"Namun, daya beli yang kalau saya lihat, masyarakat semakin menurun. Nah, saya tanya penyebabnya adalah ya karena ada sistem distributor langsung ke masyarakat, karena ini kan pasar induk," ungkap Dudung di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa.
Menurut Dudung, selain faktor distribusi, berkurangnya jumlah pembeli juga diduga dipengaruhi oleh menurunnya kebutuhan memasak keluarga di rumah.
Pasalnya, sebagian anak telah mendapatkan makanan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
"Daya beli ini bisa jadi berkurang karena masyarakat banyak yang tidak semuanya masak, karena ada juga cerita yang lucunya bahwa mereka itu di sekolah sudah dikasih makan, sehingga ya tidak terlalu banyak masak," jelasnya.
Dudung juga memastikan pasokan sejumlah komoditas pangan dari berbagai daerah masih cukup melimpah.
"Kita memastikan bahwa di daerah ini para petani-petani juga maksimal di dalam peningkatan produksinya. Sehingga, untuk pangan, kita tidak terlalu khawatir ya," ungkap Dudung.
Baca juga: Ledakan di Tengah Galian Jalan Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Luka Melepuh
Meski demikian, Dudung mengakui terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, di antaranya cabai dan bawang.
"Cabai, bawang-bawangan memang ada terjadi peningkatan itu, naik sedikit setelah lebaran kemarin. Ya, memang sebelumnya juga pernah turun. Kenaikan ini sangat tergantung kepada situasi biasanya," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang