REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera menyatakan 'kemenangan total' atas Iran dalam dua minggu ke depan. Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Iran dan Israel sepakat untuk menghentikan eskalasi kekerasan terburuk sejak gencatan senjata berlaku pada April.
"Kita telah menjadi tim yang sangat tangguh, dan saya pikir kita memenangkan pertempuran itu, tetapi Anda benar-benar akan memenangkannya dalam dua pekan ke depan ketika kita menyatakan kemenangan total," kata Trump pada Senin selama telekonferensi untuk Senator Lindsey Graham, sekutu dekat Partai Republik.
Baca Juga
Hamas: Iran dan Yaman Beri Garansi Setiap Negosiasi Wajib Sertakan Penghentian Genosida di Gaza
Wamenlu RI Petakan Tiga Skenario Perang Iran, dari Perdamaian hingga Eskalasi Nuklir
Ogah Perang Lagi dengan Iran, Trump Ingatkan Netanyahu: Jika Terus Menyerang, Anda akan Diisolasi
"Ini akan menjadi kemenangan total. Ini akan terjadi sangat segera, dan harga minyak akan anjlok."
Sebelumnya pada hari Senin, Iran mengumumkan penghentian serangannya terhadap Israel tetapi memperingatkan akan adanya respons yang 'menghancurkan' jika serangan militer Israel di Lebanon berlanjut. Militer Iran mengatakan Israel dan sekutunya seharusnya telah belajar dari respons Teheran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dilansir TRT, ketegangan regional meningkat pada Ahad ketika Israel membombardir ibu kota Lebanon, Beirut, meskipun gencatan senjata masih berlangsung. Langkah tersebut mendorong Iran untuk meluncurkan rudal balasan ke Israel utara, yang kemudian memicu gelombang serangan udara Israel terhadap target Iran.
Trump turun tangan pada Senin pagi, dengan mengunggah di platform Truth Social miliknya untuk menyerukan Israel dan Iran agar segera menghentikan pertempuran.
Pada Senin malam, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa pertempuran dengan Iran telah berhenti "untuk saat ini". Kendati begitu, Netanyahu mengancam Israel akan membalas jika diserang.
Bukan klaim pertama
Trump telah berulangkali menyatakan klaim kemenangannya atas Iran. Trump menyebut kekuatan militer Iran baik angkatan darat, laut maupun udara telah hancur. Pun dengan kemampuan rudal Iran yang diklaim Trump sudah jauh menurun setelah serangan AS dimulai pada 28 Februari lalu.
Teheran menepis semua klaim Trump. Iran menegaskan tidak akan tunduk dengan AS dan mendorong dialog yang setara. Kemampuan rudal Iran juga tidak surut dan masih mampu melancarkan serangan ke pangkalan AS maupun target di Iran.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)