Jakarta, VIVA – Pemilik motor Ducati di Indonesia mulai merasakan dampak tekanan ekonomi global yang belakangan memengaruhi berbagai sektor industri. Bukan pada harga motornya, melainkan biaya perawatan yang berpotensi meningkat akibat kenaikan harga suku cadang.
Melalui pengumuman resmi yang disampaikan kepada pelanggan, dilihat VIVA Otomotif di laman resminya, Selasa 9 Juni 2026, Ducati Indonesia menyatakan bahwa mulai 8 Juni 2026 seluruh suku cadang baru yang berada di luar stok yang tersedia saat ini mengalami penyesuaian harga sebesar 20 persen.
Kebijakan tersebut disebut sebagai dampak dari kondisi ekonomi global yang memengaruhi rantai pasok suku cadang. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing juga menjadi faktor yang meningkatkan biaya pengadaan komponen impor.
Bagi pemilik Ducati, kondisi ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Sebab, sebagian besar komponen untuk perawatan maupun perbaikan motor asal Italia tersebut masih didatangkan dari luar negeri.
Kenaikan harga suku cadang berpotensi membuat biaya servis berkala maupun penggantian komponen tertentu menjadi lebih mahal dibanding sebelumnya. Terlebih untuk model-model berkapasitas besar yang membutuhkan komponen dengan spesifikasi khusus.
Ducati Indonesia menjelaskan bahwa penyesuaian harga tersebut berlaku terpisah dan berada di luar kebijakan kenaikan harga yang sebelumnya sudah diterapkan. Artinya, kenaikan terbaru ini merupakan tambahan dari penyesuaian yang pernah dilakukan sebelumnya.
Meski demikian, perusahaan memastikan bahwa harga lama masih berlaku untuk stok suku cadang yang saat ini tersedia. Konsumen yang membutuhkan komponen tertentu masih dapat memperoleh harga sebelumnya selama persediaan belum habis.
Fenomena ini menunjukkan bahwa gejolak ekonomi global tidak hanya berdampak pada harga kendaraan baru, tetapi juga mulai dirasakan pada sektor purnajual. Industri otomotif yang bergantung pada impor komponen menjadi salah satu yang paling rentan terhadap perubahan kurs dan biaya logistik internasional.
Bagi pemilik kendaraan premium seperti Ducati, biaya kepemilikan kini menjadi faktor yang semakin penting untuk diperhitungkan. Selain harga beli motor yang relatif tinggi, biaya perawatan dan ketersediaan suku cadang juga ikut dipengaruhi oleh dinamika ekonomi yang terjadi di tingkat global.





