HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40, Tim SAR Universitas Hasanuddin (SAR Unhas) terus memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui audiensi resmi dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., di Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (8/6/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. KSAL didampingi sejumlah pejabat utama Mabesal menyambut langsung kedatangan delegasi SAR Unhas yang dipimpin mantan anggota DPR RI, Umar Arsal.
Dalam kesempatan itu, Umar Arsal menyampaikan salam dari Rektor Universitas Hasanuddin sekaligus apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan TNI AL kepada SAR Unhas, baik dalam bidang pendidikan dan pelatihan maupun keterlibatan dalam berbagai operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Menurut Umar, kehadiran KSAL pada puncak perayaan HUT ke-40 SAR Unhas yang akan digelar pada 14 Juni 2026 di Makassar akan menjadi energi besar bagi para relawan kemanusiaan.
“Kami sangat berharap kehadiran Kasal pada perayaan puncak acara ulang tahun ini. Hal itu tentu menjadi motivasi yang luar biasa bagi adik-adik relawan kemanusiaan di SAR Unhas,” ujar Umar.
Harapan tersebut mendapat respons positif dari Laksamana Muhammad Ali. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Makassar dan memahami kiprah panjang SAR Unhas dalam berbagai operasi kemanusiaan, khususnya di wilayah perairan dan laut.
“Saya sangat mengapresiasi keberadaan SAR Unhas sebagai unit kegiatan mahasiswa dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Setahu saya, SAR Unhas juga banyak melakukan operasi SAR di perairan dan laut,” kata Muhammad Ali.
Kedekatan KSAL dengan Sulawesi Selatan bukan tanpa alasan. Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di TNI AL, Muhammad Ali pernah bertugas sebagai Asisten Operasi Danlantamal VI Makassar pada periode 2009-2010.
Pengalaman bertugas di Kota Daeng itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier militernya. Ia bahkan mengingat keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kemaritiman yang melibatkan masyarakat, termasuk pemecahan rekor penyelaman massal.
“Saya pernah terlibat juga dalam pemecahan rekor 200 penyelam itu,” kenangnya.
Pengalaman tersebut membuatnya merasa memiliki keterhubungan dengan SAR Unhas, terlebih organisasi mahasiswa tersebut juga memiliki tim penyelam yang aktif mendukung berbagai misi pencarian dan penyelamatan.
Umar Arsal menambahkan, eksistensi SAR Unhas selama empat dekade tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, termasuk TNI AL yang selama ini turut berkontribusi dalam penguatan kapasitas organisasi.
Menurutnya, kiprah SAR Unhas bahkan telah mendapat pengakuan di tingkat nasional sebagai organisasi SAR mahasiswa yang menjadi rujukan bagi berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Keberadaan SAR Unhas hingga kini juga tak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk TNI AL. Bahkan Kepala Basarnas pernah menyampaikan bahwa SAR Unhas merupakan role model SAR mahasiswa di Indonesia,” ungkapnya.
Selain membahas sinergi kelembagaan, pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan kondisi peralatan SAR Unhas yang mulai berkurang seiring tingginya intensitas kegiatan dan operasi kemanusiaan yang dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, KSAL langsung meminta jajarannya untuk menindaklanjuti kebutuhan yang disampaikan serta membuka jalur komunikasi yang lebih intensif dengan satuan TNI AL di wilayah Sulawesi Selatan.
“Pokoknya kalau ada apa-apa, cepat berhubungan dengan Koarmada setempat,” tegas Muhammad Ali.
Audiensi kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata dan sesi foto bersama. Dalam suasana penuh kehangatan, KSAL secara khusus menyerahkan koin pelaut bertanda namanya kepada anggota SAR Unhas yang hadir sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan.
Turut mendampingi KSAL dalam pertemuan tersebut antara lain Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H., serta Asisten Operasi KSAL Laksda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP, M.Tr.Opsla.
Sementara delegasi SAR Unhas yang hadir bersama Umar Arsal terdiri atas Ir. M. Riady Bakri, Bohari Lewa, S.H., A. Gener Wakulu, Rezkiany Bouato, S.E., serta Ir. Ardi Simpala, M.Si., yang selama ini turut berkontribusi dalam pengembangan organisasi SAR mahasiswa tersebut.
Dengan usia yang memasuki empat dekade, SAR Unhas diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi, khususnya di bidang kebencanaan dan kemaritiman.





