HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA — Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Tim I) melaksanakan kunjungan kerja dalam daerah ke Kabupaten Toraja Utara, Senin, 8 Juni.
Kunjungan ini bertujuan menghimpun informasi, saran, dan masukan sebagai bahan penyempurnaan substansi Ranperda Pemajuan Kebudayaan Daerah.
Toraja Utara dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dikenal memiliki kekayaan budaya, tradisi, serta warisan adat yang masih terjaga dan menjadi identitas kuat masyarakat Sulawesi Selatan.
Rombongan Pansus dipimpin Ketua Pansus, Dra. Firmina Tallulembang, bersama anggota Tim I. Setibanya di lokasi, rombongan diterima oleh Bupati Toraja Utara, Sekretaris Daerah, Ketua Komisi III DPRD Toraja Utara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Dalam forum tersebut, Pansus DPRD Sulsel menggali informasi terkait kondisi aktual kebudayaan di Toraja Utara, upaya pelestarian yang telah dilakukan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.
Selain itu, peserta forum juga menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelestarian budaya melalui pendidikan, pelatihan, festival budaya, serta pemanfaatan teknologi digital.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, akademisi, pelaku seni, dan sektor pariwisata juga dinilai krusial dalam mendorong pemajuan kebudayaan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Pansus Dra. Firminav Tallulembang menyatakan komitmennya untuk mendorong pengusulan Dana Abadi Kebudayaan dalam Ranperda yang tengah dibahas.
Melalui kunjungan kerja ini, Pansus DPRD Sulsel memperoleh berbagai masukan strategis yang diharapkan dapat memperkaya substansi Ranperda Pemajuan Kebudayaan Daerah, sehingga menghasilkan regulasi yang komprehensif, implementatif, dan mampu menjawab kebutuhan pelestarian serta pengembangan budaya di Sulawesi Selatan.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi daerah, karena mempunyai penambahan kekuatan dalam hal regulasi.
“Tentu daerah mendapatkan sisi positifnya, karena ini bisa mengembangkan pendapatan daerah dan maaih banyak lagi,” imbuhnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Pimpinan dan Anggota Pansus, jajaran Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, tokoh adat, budayawan, serta para peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pemajuan kebudayaan daerah.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Aman Toraya, Ketua Dewan Adat Toraja Utara, para tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan, serta perwakilan Museum Pongtiku Rantepao yang memberikan berbagai pandangan dan masukan terhadap penyusunan Ranperda. (edy)





