Jakarta, tvOnenews.com – AC Milan sempat membidik sejumlah striker papan atas pada bursa transfer musim lalu. Namun, berbagai kendala membuat para penyerang tersebut gagal berlabuh ke San Siro.
Seperti diketahui, lini depan menjadi salah satu sorotan utama AC Milan sepanjang musim 2025/2026. Tak sedikit suporter yang kembali mempertanyakan kebijakan transfer Rossoneri pada musim panas lalu.
Saat itu, Milan dikaitkan dengan sejumlah penyerang dari berbagai liga top Eropa. Namun pada akhirnya, manajemen memilih merekrut Christopher Nkunku dari Chelsea.
Keputusan tersebut sempat memunculkan perdebatan di kalangan tifosi. Pasalnya, beberapa target yang dibidik berstatus striker murni dan dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan tim.
Kini, setelah satu musim berlalu, menarik untuk melihat perjalanan para penyerang yang sempat masuk radar Milan. Apakah Rossoneri kehilangan peluang emas atau justru terhindar dari keputusan yang kurang tepat?
Berikut enam striker yang pernah dikaitkan dengan AC Milan dan nasib mereka setelah gagal merapat ke San Siro.
1. Dusan Vlahovic
Nama Dusan Vlahovic sempat menjadi target yang cukup serius bagi Milan. Hubungannya dengan Massimiliano Allegri membuat rumor kepindahannya ke San Siro terus berkembang.
- REUTERS/Nicolo Campo
Namun, transfer tersebut tidak pernah benar-benar mendekati kenyataan. Juventus enggan melepas pemainnya ke rival langsung, sementara gaji Vlahovic juga menjadi kendala besar.
Jika melihat perjalanan musim ini, Milan mungkin tidak terlalu kecewa gagal merekrutnya. Vlahovic harus menepi cukup lama akibat cedera betis yang membuatnya absen dalam banyak pertandingan.
Meski begitu, ketajamannya tetap terlihat saat berada dalam kondisi fit. Penyerang asal Serbia itu mampu mencetak tujuh gol di Serie A dan tiga gol di Liga Champions.
2. Rasmus Hojlund
Rasmus Hojlund juga masuk dalam daftar target utama Milan musim lalu. Bahkan, pembicaraan dengan Manchester United disebut sempat berlangsung cukup intens.
Perbedaan skema transfer menjadi penghalang utama tercapainya kesepakatan. Milan menginginkan opsi pembelian, sedangkan pihak lawan meminta kewajiban pembelian permanen.
Pada akhirnya, Hojlund memilih bergabung dengan Napoli. Bersama klub tersebut, ia mencetak 16 gol dari 44 pertandingan di semua kompetisi.




