Emiten CPO Haji Isam (PGUN) Bakal Tingkatkan Porsi Free Float Secara Bertahap

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) berencana meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) secara bertahap.

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) berencana meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) secara bertahap. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - Emiten CPO milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) berencana meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) secara bertahap. Saat ini, porsi free float PGUN tercatat baru sebesar 7,62 persen.

Berdasarkan aturan lama, porsi free float PGUN memenuhi syarat minimal 7,5 persen, sedangkan dalam aturan yang baru, BEI mewajibkan seluruh perusahaan tercatat harus memiliki free float minimal 15 persen paling lambat 31 Maret 2028. Untuk tahap awal, porsi free float minimal 12,5 persen harus dipenuhi paling lambat 31 Maret 2027.

Baca Juga:
Saham Sawit (CPO) Menghijau Lagi, PGUN-TAPG Pimpin Reli

Direktur PGUN, Tamlikho mengatakan, perseroan saat ini tengah mengejar target free float sebesar 12,5 persen. Dia juga mengungkapkan, manajemen bersama pemegang saham pengendali (PSP) tengah berdiskusi terkait skema pelepasan saham pengendali kepada masyarakat.

"Untuk memenuhi sisa kekurangan sekitar 4,88 persen pada tahap awal, perseroan bersama pemegang saham pengendali telah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik secara bertahap dan terukur, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar serta kepentingan seluruh pemegang saham," ujarnya dalam Pubex Live 2026, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga:
BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar

Tamlikho menyambut baik keputusan BEI yang meningkatkan porsi minimal free float. Dia menilai, batas free float terbaru bukan hanya sekadar untuk memenuhi kewajiban administrasi semata, melainkan kebijakan ini akan mendongkrak likuiditas volume dan nilai transaksi perdagangan saham di Bursa.

Pada akhirnya, kata dia, perseroan memiliki akses yang lebih luas saat memerlukan pendanaan publik. Dari sisi tata kelola, kebijakan ini juga dapat meningkatkan Good Corporate Governance (GCG) serta meningkatkan kredibilitas dan valuasi perseroan di masa depan.

"Perseroan mencatat bahwa kepemilikan publik free float saat ini masih berada di level 7,62 persen sehingga perlu ditingkatkan," katanya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari 420 Pendaftar, Tersisa 96 Catar Akademi TNI Ikuti Tes Mental Ideologi
• 19 jam lalueranasional.com
thumb
Chatib Basri Sebut Tak Ada Tawaran Jadi Menkeu dari Prabowo
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Bongkar Kasus Sabu di Serang, Berawal dari Warga Lapor Via 110
• 16 jam laludetik.com
thumb
Giorgio Antonio Sesumbar Bawa Rp1 Miliar, Malah Dituding Settingan
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
BI Rate Jadi 5,50%, Bunga Deposito Bank Digital Berpotensi Naik
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.