Bisnis.com, CIREBON — Kabupaten Cirebon akan memperoleh tambahan 41.000 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) pada tahap pertama program yang disiapkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Tambahan 41.000 sambungan baru itu akan dibangun di empat kecamatan, yakni Palimanan, Gempol, Depok, dan Dukupuntang.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperluas akses energi, keberadaan Jargas juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kebutuhan energi rumah tangga.
“Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung pembangunan jaringan gas rumah tangga ini dan siap membantu proses koordinasi, sosialisasi kepada masyarakat, serta kebutuhan administrasi yang diperlukan agar pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Imron, Selasa (9/6/2026).
Rencana pembangunan tersebut menjadi langkah lanjutan pengembangan Jargas yang selama ini telah berjalan di Kabupaten Cirebon.
Berdasarkan data Ditjen Migas, pemerintah sebelumnya telah membangun sebanyak 14.663 sambungan rumah melalui tiga tahap pembangunan. Pada 2012, pembangunan Jargas mencakup 4.000 sambungan rumah. Program tersebut kemudian berlanjut pada 2019 dengan tambahan 6.105 sambungan rumah dan kembali bertambah 4.558 sambungan rumah pada 2021.
Baca Juga
- PGN Perluas Jaringan Gas Rumah Tangga di Tangerang Selatan
- PGN Siapkan Jaringan Gas Bumi Pendukung Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Proyek Jaringan Gas Skema KPBU Dilelang 2025, Pengusaha Bisa Dapat Insentif
Dengan demikian, target pembangunan 41.000 sambungan rumah pada tahap pertama kali ini hampir tiga kali lebih besar dibandingkan total jaringan gas yang telah dibangun selama tiga periode sebelumnya. Jika seluruh target terealisasi, jumlah pelanggan Jargas di Kabupaten Cirebon akan meningkat menjadi sekitar 55.663 sambungan rumah.
Angka tersebut menunjukkan percepatan signifikan dalam pengembangan infrastruktur energi berbasis gas bumi di daerah tersebut.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandoro mengatakan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan jaringan gas rumah tangga.
Menurut dia, koordinasi yang baik diperlukan agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal. "Pembangunan Jargas membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Agung.
Koordinator Kelompok Kerja Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas Sugiarto menambahkan, Kabupaten Cirebon memiliki modal yang cukup kuat untuk melanjutkan pengembangan Jargas karena sebagian jaringan telah tersedia dari pembangunan sebelumnya.
Menurut dia, keberadaan infrastruktur yang sudah terbangun akan mendukung percepatan perluasan layanan kepada masyarakat di wilayah sasaran.





