Rupiah Makin Tertekan Rp18.134 per Dolar AS, Bank Indonesia Pastikan Cadangan Devisa Masih Aman

kompas.tv
17 jam lalu
Cover Berita
Petugas perbankan menunjukan uang pecahan Rupiah dan dolar AS. (Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt/aa)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketahanan eksternal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah cadangan devisa terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Di saat yang sama, nilai tukar rupiah belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan justru semakin terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 berada di level 144,9 miliar dolar AS. Angka tersebut turun 1,3 miliar dolar AS dibandingkan posisi bulan sebelumnya.

Penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari pembayaran utang luar negeri pemerintah, meningkatnya kebutuhan valuta asing musiman, hingga langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan bank sentral.

Namun, berkurangnya cadangan devisa belum mampu mengangkat posisi rupiah di pasar keuangan.

Rupiah Terus Melemah di Tengah Intervensi BI

Baca Juga: Kapolsek Terpental, Bandar Narkoba Kabur Usai Tabrak Mobil Patroli | SAPA PAGI

Hingga akhir Mei 2026, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.883 per dolar AS atau melemah 6,95 persen secara year to date (YtD).

Tekanan terhadap rupiah bahkan berlanjut hingga menyentuh level Rp18.171 per dolar AS, yang berarti telah melemah sekitar 8,67 persen sepanjang tahun berjalan.

Dalam periode Januari hingga Mei 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat menyusut sebesar 11,6 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp197,8 triliun dengan asumsi rata-rata kurs Rp17.051 per dolar AS.

Penyusutan tersebut menjadi yang terdalam dalam kurun lima tahun terakhir untuk periode yang sama.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai penurunan cadangan devisa perlu menjadi perhatian serius karena terjadi bersamaan dengan pelemahan rupiah yang berlanjut.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan BI memang mampu meredam gejolak pasar, tetapi belum cukup kuat untuk membalikkan ekspektasi investor.

"Investor membaca kombinasi ini sebagai tanda bahwa intervensi BI memang meredam volatilitas, tetapi belum mampu membalik ekspektasi pasar," ujarnya dikutip Kompas.id.

Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas id

Tag
  • cadangan devisa
  • nilai rupiah
  • bank indonesia
  • kurs dolar
  • ekonomi indonesia
  • suku bunga
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK: 64 Emiten Telah Buyback Saham Tanpa RUPS Senilai Rp 17,12 Triliun
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Geram Raffi Ahmad Difitnah, Hotman Paris Pasang Badan, Tantang Debat Terbuka: Bawa Buktimu!
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan RSUD di Krui Lampung, Tinjau Langsung Program Kesehatan Prioritas
• 4 jam lalupantau.com
thumb
John Herdman ingin timnas jaga momentum positif
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.