REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Grab resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA) atau Superbank dengan total kepemilikan yang kini mencapai lebih dari 50 persen. Langkah strategis ini menegaskan komitmen jangka panjang Grab untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia melalui Superbank.
Peningkatan kepemilikan tersebut dilakukan melalui serangkaian transaksi di dalam ekosistem Grab, termasuk pembelian saham oleh A5-DB Holdings dan GXS Pte. Ltd. pada Mei 2026 yang menjadikan Grab sebagai pemegang saham mayoritas di Superbank.
Baca Juga
UMJ Raih 7 Medali di IPB Championship 2026
Siapa Lawan Indonesia di Semifinal Piala AFF U-19? Ini Kemungkinannya
Wasiat Rasulullah: Ini Alasan Penting Mengapa Harus Kaki Kanan Duluan Saat Masuk Masjid
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, kepercayaan Grab yang semakin besar terhadap Superbank merupakan validasi atas strategi pertumbuhan yang dijalankan perusahaan.
“Dukungan dari ekosistem Grab memungkinkan kami menghadirkan layanan perbankan yang lebih relevan, mudah diakses, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi produk, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta menghadirkan pengalaman perbankan digital yang semakin seamless bagi jutaan masyarakat Indonesia,” kata Tigor.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Indonesia merupakan salah satu pasar strategis Grab di Asia Tenggara. Selama lebih dari satu dekade, Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia melalui layanan mobilitas, pengantaran, dan pembayaran digital.
Dengan posisi sebagai pemegang saham mayoritas Superbank, Grab semakin memperkuat komitmennya untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang inklusif dan relevan bagi masyarakat Indonesia.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, Indonesia merupakan rumah bagi Grab sekaligus ekosistem penting bagi perusahaan.