HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia kerja, pendidikan, hingga pengelolaan keuangan. Melihat perubahan tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkuat komitmennya dalam mendorong literasi finansial sekaligus pemanfaatan AI bagi generasi muda Indonesia.
Langkah itu dilakukan melalui pengembangan ekosistem investasi berbasis teknologi yang tidak hanya berfungsi sebagai platform transaksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penguatan kompetensi masa depan bagi kalangan muda.
President Director dan CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan Indonesia saat ini berada pada fase percepatan transformasi digital. Dengan dominasi penduduk usia produktif dan Generasi Z sebagai salah satu kelompok terbesar dalam struktur demografi nasional, penguasaan AI menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
Menurutnya, AI kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi infrastruktur baru yang memengaruhi hampir seluruh aktivitas manusia, termasuk dalam pengambilan keputusan finansial.
“Dengan total dana kelolaan nasabah mencapai sekitar Rp312 triliun dan didukung lebih dari satu juta nasabah, IPOT hadir menghubungkan aset terbesar bangsa, yakni generasi muda, dengan kompetensi masa depan melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab,” ujar Moleonoto.
Ia menjelaskan, IPOT telah melakukan transformasi besar dengan mengubah platform investasi konvensional menjadi ekosistem AI Real-Time Trading dan AI Decision Engine yang terintegrasi. Transformasi tersebut diyakini mampu menjawab kebutuhan generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi digital.
Sebagai bagian dari pengembangan layanan, IPOT juga menghadirkan pembaruan antarmuka pengguna atau UI/UX berbasis AI yang dirancang lebih dinamis dan sesuai dengan karakter generasi muda.
Melalui sistem tersebut, pengguna dapat mengakses berbagai fitur investasi dan perdagangan saham secara lebih intuitif, cepat, dan personal.
IPOT juga membuka akses terhadap berbagai teknologi investasi yang sebelumnya hanya dinikmati investor institusi. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi investor ritel, khususnya generasi muda, agar dapat bersaing di pasar modal domestik maupun global.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain tekanan inflasi yang memengaruhi daya beli, mereka juga dihadapkan pada berbagai ancaman digital seperti penipuan siber, judi online, fenomena Fear of Missing Out (FOMO), hingga maraknya skema investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan instan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat banyak anak muda mampu menghasilkan pendapatan, namun belum memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola serta melindungi aset keuangannya.
Melihat fenomena itu, IPOT mengusung konsep transformasi yang mengintegrasikan literasi finansial dan pemanfaatan AI sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional.
“Transformasi ekonomi nasional tidak dimulai dari saham atau trading, tetapi dari cara berpikir. AI harus dipandang sebagai alat untuk meningkatkan kualitas keputusan hidup dan proteksi finansial, bukan sebagai ancaman,” jelas Moleonoto.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program edukasi bertajuk “Cerdas Finansial Bersama IPOT” yang menyasar generasi muda di berbagai daerah.
Melalui program ini, IPOT ingin menanamkan pemahaman bahwa AI bukan hanya milik para ahli teknologi, tetapi merupakan kompetensi dasar yang perlu dimiliki setiap individu untuk menghadapi perubahan zaman.
Dalam visi jangka panjangnya, IPOT menempatkan diri sebagai platform transformasi AI nasional di bidang keuangan yang bertujuan mencetak generasi muda yang cerdas secara finansial, adaptif terhadap teknologi, dan siap bersaing di era ekonomi digital global.
Sebagai pusat layanan investasi multi-aset, IPOT menyediakan berbagai instrumen investasi dalam satu aplikasi, mulai dari Rekening Dana Nasabah (RDN), reksa dana, ETF, saham, hingga obligasi.
Di sisi teknologi, perusahaan juga menghadirkan AI Real-Time Trading Cockpit yang didukung sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan, seperti AI Live Trade, Live Orderbook, LADI (Live Action Done Indicator), Hit Action, dan AI ROBO Trading.
Fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan berbasis data serta mengurangi pengaruh faktor emosional dalam berinvestasi.
Selain itu, IPOT memperkuat sistem keamanan digital dengan menerapkan teknologi proteksi berlapis, antara lain SIM OTP, ASDI Device Lock, Add Device Authorization, serta sistem deteksi ancaman berbasis server guna mencegah berbagai bentuk kejahatan siber.
Moleonoto menegaskan bahwa bagi IPOT, AI bukan semata strategi bisnis, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Melalui kombinasi literasi finansial, investasi multi-aset, teknologi AI, keamanan digital, dan program edukasi nasional, kami ingin membangun visi yang lebih besar daripada sekadar menjadi aplikasi investasi,” pungkasnya.
Saat ini PT Indo Premier Sekuritas tercatat sebagai salah satu perusahaan sekuritas terbesar di Indonesia yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan total dana kelolaan nasabah mencapai Rp312 triliun dan lebih dari satu juta investor yang tergabung dalam ekosistem IPOT.





