Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, mengonfirmasi bahwa Telkom Indonesia akan melikuidasi sekitar 12 hingga 14 anak usahanya dalam waktu dekat.
“Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek,” ujar Dony usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026), seperti dilaporkan Antara.
Soal nasib karyawan, Dony menegaskan tidak akan ada PHK. Seluruh pegawai dari anak usaha yang ditutup akan dikonsolidasikan ke entitas Telkom lainnya. Sebagai contoh, beberapa perusahaan di lini bisnis fiber optik akan digabung menjadi satu entitas yang lebih besar, sehingga karyawannya tetap terserap.
Langkah likuidasi ini merupakan bagian dari agenda perampingan besar-besaran Telkom Group. BP BUMN bersama Danantara telah menyepakati target pemangkasan 67 anak usaha menjadi hanya 19 entitas pada akhir 2026, dengan tujuan memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital nasional.
Sejumlah program prioritas turut dipercepat dalam transformasi ini, antara lain konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, dan InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group agar lebih kompetitif di level global.
“Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu. Kan, size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger,” ujar Dony.
Di sisi lain, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Telkom juga menyetujui beberapa keputusan strategis, di antaranya pergantian dua komisaris, pembagian dividen tunai senilai Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025, serta program buyback saham senilai maksimal Rp4 triliun.
Dian Siswarini Direktur Utama Telkom menyebut seluruh keputusan tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.(ant/iss/ham)




