Mobil Toyota Fortuner yang diamuk massa di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ternyata berawal dari cekcok antara pengemudi mobil dengan sejumlah pengendara motor.
Polisi mengungkap, berdasarkan pengakuan ES (44) sopir fortuner, mobil tersebut sempat ditabrak lebih dulu sebelum akhirnya diteriaki tabrak lari hingga dikejar warga.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Dhimas Prasetyo
“Pengendara sepeda motor menabrakkan motornya ke mobil fortuner (pengakuan pengendara Fortuner). Selanjutnya pengendara sepeda motor terus mengejar sambil teriak tabrak lari sehingga makin banyak masa yang mengejar dan melakukan perusakan,” kata Dhimas, Selasa (9/6).
Setelah itu, pengendara motor disebut terus mengejar sambil meneriakkan tabrak lari hingga memancing warga ikut mengejar.
Keributan kemudian berlanjut saat mobil sempat dihentikan di perjalanan. Massa disebut melakukan perusakan hingga menyebabkan sopir mengalami luka di kepala sebelum akhirnya melarikan diri ke arah Tanah Abang.
“Selanjutnya dalam perjalanan mobil tersebut bisa dihentikan dan kembali terjadi keributan yang mengakibatkan luka dan perusakan mobil, selanjutnya pengendara Fortuner kabur ke arah Tanah Abang berhenti di TKP dalam keadaan mobil sudah dirusak masa dan luka di kepala,” tutup dia.
Sebelumnya, video sebuah Toyota Fortuner diamuk massa di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, viral di media sosial. Dalam video itu, massa tampak mengejar mobil, merusak kaca, hingga mengerumuni kendaraan setelah sopir berhenti. Narasi yang beredar menyebut peristiwa itu dipicu dugaan tabrak lari.
Polisi sempat mengamankan ES (44) sopir Fortuner tersebut. ditemukan anggota polisi di lokasi kejadian lalu dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
“Dan kemudian untuk pengemudi Fortuner dan mobil Fortuner dari TKP ditemukan oleh Briptu Deri (Anggota SPKT) dibawa ke kantor polsek lanjut,” kata Erlyn saat dikonfirmasi, Minggu (7/6).
“Saat ditanya-tanya dengan tujuan untuk mengetahui kronologis kejadian dan menentukan pembuatan LP namun yang bersangkutan tidak nyambung (seperti orang ling lung atau kebingungan),” tambahnya
Polisi kini masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk dugaan perusakan terhadap mobil Fortuner dan awal mula keributan yang terjadi.
“Berkoordinasi dengan Polres Jaksel, Polsek Tebet diduga awal TKP perusakan, penyelidikan pelaku perusakan, dan ambil keterangan korban perusakan,” kata Dhimas.





