Jakarta: Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap gempa bumi di dunia. Berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, wilayah Nusantara kerap mengalami aktivitas seismik yang memicu bencana besar.
Sejumlah gempa dahsyat yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir bahkan menelan ribuan korban jiwa serta menyebabkan kerusakan infrastruktur dalam skala masif.
Baca Juga :
Jangan Panik Saat Gempa! Ini Langkah Mitigasi yang Wajib DiketahuiBencana tersebut menewaskan lebih dari 220.000 orang di berbagai negara, termasuk lebih dari 170.000 korban jiwa di Indonesia. Dampaknya juga dirasakan hingga Thailand, Sri Lanka, India, Malaysia, dan pantai timur Afrika.
Selain menimbulkan korban dalam jumlah besar, para ahli mencatat gempa Aceh turut memengaruhi aktivitas kegempaan di wilayah Sumatra akibat perubahan tegangan pada zona patahan di sekitarnya. 2. Gempa Nias 2005 Hanya tiga bulan setelah tragedi Aceh, gempa besar kembali mengguncang Pulau Nias, Sumatra Utara, pada 28 Maret 2005. Gempa berkekuatan magnitudo 8,6 ini menyebabkan sekitar 1.300 orang meninggal dunia serta merusak ribuan bangunan dan fasilitas umum.
Bencana tersebut memperparah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak gempa dan tsunami Aceh yang terjadi sebelumnya. 3. Gempa Yogyakarta 2006 Pada 27 Mei 2006, gempa berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah. Meski magnitudonya lebih kecil dibandingkan sejumlah gempa besar lainnya, dampak yang ditimbulkan sangat besar karena pusat gempa berada dekat dengan kawasan padat penduduk.
Ribuan rumah, fasilitas umum, serta bangunan bersejarah mengalami kerusakan berat. Bencana ini menyebabkan lebih dari 5.700 orang meninggal dunia dan menjadi salah satu gempa paling mematikan yang pernah terjadi di Pulau Jawa. 4. Gempa Sumatra 2012 Pada 11 April 2012, gempa berkekuatan magnitudo 8,6 terjadi di lepas pantai barat Sumatra. Gempa ini termasuk salah satu gempa sesar mendatar terbesar yang pernah tercatat di dunia.
Meski kekuatannya sangat besar, jumlah korban jiwa relatif sedikit karena pusat gempa berada jauh di bawah laut dan tidak menghasilkan tsunami besar. Namun, peristiwa ini sempat memicu kepanikan di sejumlah wilayah pesisir Sumatra dan negara-negara di sekitar Samudra Hindia. 5. Gempa Palu 2018 Pada 28 September 2018, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah dengan pusat gempa berada di wilayah Donggala. Gempa ini kemudian memicu tsunami yang menerjang pesisir Kota Palu dan sekitarnya.
Selain tsunami, bencana ini juga memicu fenomena likuifaksi atau pencairan tanah yang menghancurkan sejumlah kawasan permukiman.
Berdasarkan data pemerintah, lebih dari 4.300 orang meninggal dunia atau hilang akibat bencana tersebut. Peristiwa Palu menjadi salah satu bencana geologi paling kompleks dalam sejarah Indonesia karena melibatkan gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi secara bersamaan.
Baca Juga :
Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Filipina, 32 Orang Dilaporkan TewasKarena itu, upaya mitigasi bencana, pembangunan infrastruktur tahan gempa, penguatan sistem peringatan dini, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian akibat gempa bumi di masa mendatang.
Nah, berbagai peristiwa gempa besar yang pernah terjadi di Indonesia menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja. Dengan meningkatkan kesiapsiagaan, memahami langkah mitigasi, serta memperkuat sistem penanggulangan bencana, dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan sehingga masyarakat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi ancaman gempa bumi.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)




