Jakarta, tvonenews.com- Tidak lama lagi umat muslim akan memasuki bulan Muharram. Bulan umat muslim menyambut tahun baru islam dan puasa asyura.
Bulan muharram secara umum, dipahami sebagai bulan baik untuk menjalankan beragam amalan sunnah, seperti puasa dan shalat. Puasa tasua dan puasa asyura pernah dibahas oleh Pendakwah Indonesia.
- Ilustrasi AI/ChatGPT
Dalam ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat mengatakan kalau puasa asyura yang dikerjakan saat bulan muharram sangatlah dianjurkan.
Pasalnya punya keistimewaan tersendiri, yang salah satunya disebut-sebut bisa menghapus dosa tahun lalu.
"Puasa Asyura 10 muharram menggugurkan dosa-dosa kecil yang setahun yang telah berlalu,” katanya, sebagaimana dikutip oleh tvOnenews dari Kanal YouTube Adi Hidayat Official pada Selasa (9/6).
Lebih lanjut disampaikan, kalau dalam riwayat, kata Ustaz Adi yang disapa UAH bahwa puasa Asyura diminta oleh Nabi dilakukan usai beliau bertemu dengan orang Yahudi saat perjalanan ke Madinah.
“Nabi konfirmasi kepada para sahabat dan kaum Yahudi saat itu,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Kemudian kata orang Yahudi, ini hari yang sangat baik, hari saat Allah menyelamatkan Musa AS dan Bani Israil. Lalu dijawab Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW mengatakan “Sungguh Aku lebih berhak melestarikan dan menyempurnakan syariat Musa AS,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Sehubungan dengan kalimat itulah, menurut Ustaz Adi dapat diambil hikmah.
“Kalimat tersebut, seakan-akan memberikan penegasan bahwa din, syariat yang dibawa oleh setiap Nabi, dari sejak Nabi pertama Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW bersumber dari satu Tuhan yang sama,” pesan Ustaz Adi Hidayat.
“Tunduk patuh yang melahirkan kedamaian ketentraman disebut dengan Islam,” tandas Ustaz Adi Hidayat. “Aslama patuh, aslim patuhlah, muslim orang yang patuh,” sambungnya.
Seperti diketahui, berdasarkan kalender Hijriah, 1 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada 16 Juni 2026. Ditanggal itu bertepatan dengan libur nasional, dan cuti bersama dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 2026.
Merangkum dari berbagai sumber, salah satunya dari Baznas, disebutkan dalam buku Dahsyatnya Puasa Sunnah karya H. Amirulloh Syarbini dan tim, disebutkan hadis Rasulullah SAW:




