Milad ke-72 UMI, Yayasan Wakaf UMI Berikan Apresiasi Pengabdian Setara Satu Kali Gaji untuk Seluruh Dosen dan Karyawan

harianfajar
15 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-Menyambut Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia (UMI), Yayasan Wakaf UMI memberikan Apresiasi Pengabdian Milad UMI kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan dalam lingkup Universitas Muslim Indonesia sebesar satu kali gaji bulanan.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian seluruh keluarga besar UMI yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan, pertumbuhan, dan kemajuan Universitas Muslim Indonesia.

Pemberian Apresiasi Pengabdian Milad UMI ini juga menjadi wujud kepedulian Yayasan Wakaf UMI terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga dosen serta tenaga kependidikan yang saat ini banyak menghadapi berbagai kebutuhan penting, terutama dalam mempersiapkan pendidikan anak-anak yang memasuki jenjang sekolah maupun perguruan tinggi.

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak boleh hanya terlihat dari pembangunan fisik, capaian akademik, maupun peningkatan reputasi semata, tetapi juga harus dapat dirasakan oleh orang-orang yang selama ini mengabdikan diri untuk kemajuan institusi tersebut.

“Kampus semakin berkembang dan bertumbuh, maka keluarga besar UMI juga harus ikut merasakan. Karena sesungguhnya yang membesarkan UMI bukan hanya sistem dan gedung yang kita miliki, tetapi ribuan tangan yang bekerja setiap hari dengan penuh keikhlasan untuk menjaga amanah umat ini,” ujar Prof. Mansyur Ramly.

Menurutnya, Milad ke-72 UMI harus menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan rasa syukur atas perjalanan panjang universitas yang dibangun dengan semangat wakaf, perjuangan, dan pengabdian.

“Kami ingin Milad tahun ini dirasakan sebagai Milad seluruh keluarga besar UMI. Sederhana dalam pelaksanaan, tetapi besar dalam makna. Tidak berlebihan dalam perayaan, tetapi menghadirkan manfaat yang nyata bagi mereka yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan institusi,” tambahnya.

Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lahir dari semangat kepedulian dan tanggung jawab moral Yayasan terhadap kesejahteraan keluarga besar UMI.

Menurutnya, saat ini banyak keluarga dosen dan tenaga kependidikan yang sedang menghadapi kebutuhan pendidikan anak, biaya sekolah, biaya kuliah, maupun berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya yang terus meningkat.

“Kami memahami bahwa bulan-bulan ini merupakan masa yang cukup berat bagi banyak keluarga karena bertepatan dengan persiapan tahun ajaran baru. Karena itu, kami berharap apresiasi ini dapat membantu memperkuat ketahanan keluarga serta meringankan berbagai kebutuhan yang bersifat prioritas,” ujarnya.

Prof. Masrurah juga mengajak seluruh penerima agar memanfaatkan apresiasi tersebut secara bijaksana dan produktif.

“Kami berharap tambahan ini dapat menjadi investasi kebaikan bagi keluarga. Utamakan kebutuhan yang penting, terutama pendidikan anak-anak, kesehatan keluarga, dan kebutuhan yang benar-benar mendukung masa depan keluarga. Karena pendidikan adalah warisan terbaik yang dapat kita tinggalkan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.

Di sisi lain, Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kebijakan Yayasan Wakaf UMI tersebut merupakan bentuk penghargaan yang sangat berarti bagi seluruh sivitas akademika yang selama ini mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk kemajuan institusi.

Menurutnya, berbagai capaian yang diraih UMI saat ini dalam bidang akademik, penelitian, kemahasiswaan, internasionalisasi, transformasi digital, hingga peningkatan reputasi nasional dan internasional merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar UMI.

“Di balik setiap mahasiswa yang berhasil lulus tepat waktu, ada dosen yang membimbing dengan penuh kesabaran. Di balik pelayanan yang baik, ada tenaga kependidikan yang bekerja dengan penuh tanggung jawab. Di balik kampus yang nyaman dan tertata, ada petugas yang bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka semua adalah pahlawan-pahlawan sunyi yang selama ini menjaga UMI tetap tumbuh dan berkembang,” ungkap Prof. Hambali.

Rektor UMI menilai Apresiasi Pengabdian Milad UMI diberikan pada momentum yang sangat tepat karena bertepatan dengan berbagai kebutuhan keluarga menjelang tahun ajaran baru.

“Alhamdulillah, bulan Juni ini menjadi bulan yang membahagiakan bagi keluarga besar UMI. Selain menerima gaji rutin bulanan, seluruh dosen dan karyawan juga menerima Apresiasi Pengabdian Milad UMI dengan nilai setara satu kali gaji. Kalau disampaikan secara sederhana, bulan ini keluarga besar UMI merasakan dua kali penerimaan. Tetapi yang lebih penting dari nilainya adalah pesan kepedulian, penghargaan, dan kebersamaan yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Prof. Hambali berharap apresiasi tersebut dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan bernilai jangka panjang.

“Kalau boleh saya titip harapan, prioritaskan untuk pendidikan anak, kesehatan keluarga, atau kebutuhan yang memang mendesak. Karena sesungguhnya investasi terbaik bukan pada apa yang kita miliki hari ini, tetapi pada masa depan yang sedang kita siapkan untuk keluarga kita,” tuturnya.

Menurut Rektor, kebijakan ini menunjukkan bahwa UMI tidak hanya membangun gedung, sistem, dan reputasi, tetapi juga membangun rasa memiliki, rasa kebersamaan, dan ketahanan keluarga bagi seluruh insan yang mengabdikan diri di dalamnya.

“Institusi yang kuat bukan hanya karena memiliki infrastruktur yang baik, tetapi karena memiliki keluarga besar yang merasa dihargai. Dan ketika penghargaan bertemu dengan pengabdian, di situlah lahir loyalitas, semangat kerja, dan kecintaan kepada institusi,” jelasnya.

Prof. Hambali juga mengingatkan bahwa UMI saat ini sedang memasuki fase transformasi menuju kampus digital, kampus berbasis penjaminan mutu, kampus berbasis kecerdasan buatan, serta kampus yang semakin bereputasi dan berdampak.

Karena itu, seluruh agenda besar tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kekompakan, dan semangat pengabdian seluruh keluarga besar UMI.

Milad ke-72 UMI yang akan diperingati pada 23 Juni 2026 tahun ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan akademik, sosial, keagamaan, kemanusiaan, serta internasionalisasi kampus yang melibatkan seluruh unsur sivitas akademika.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, UMI berharap dapat terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga hadir sebagai institusi yang peduli terhadap keluarga besar yang mengabdi di dalamnya.

“Karena pada akhirnya, universitas yang besar bukan hanya diukur dari prestasi yang diraih. Tetapi juga dari kemampuannya menjaga, menghargai, dan menguatkan orang-orang yang setiap hari berjuang membesarkannya.”

UMI — Kampus Ilmu dan Ibadah.
Kampus Perjuangan dan Pengabdian.
Kampus Bereputasi dan Berdampak.(wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tok, Harga BBM Per 10 Juni 2026 Resmi Naik Ada yang Sentuh Rp17.000 Per Liter
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Dasco Kumpulkan Himbara, Perbanas, dan Danantara Bahas Bank dan Saham
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Temukan Pengalaman ‘Satu Pintu’ dan Solusi Tukar Tambah di Blibli Elektronik
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kim Jong Un Menyambut Xi Jinping di Korut
• 21 jam laludetik.com
thumb
Rumor Reshuffle Dibantah, IHSG dan Rupiah Langsung Melonjak! Kebetulan atau Ada yang Disembunyikan?
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.