Chatib Basri Sebut Tugas Menteri Keuangan Sangat Gampang, Begini Katanya

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ekonom senior yang juga Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri mengatakan, meskipun kinerjanya cukup fundamental dalam mengurus keuangan negara, namun sebenarnya secara teknis tugas sebagai Menteri Keuangan itu terbilang sederhana atau gampang.

Dia menjelaskan, dalam kompleksitas neraca keuangan, terdapat tiga instrumen strategis utama yang dapat dijadikan pilihan bagi seorang Menteri Keuangan.

Baca Juga :
Bebas Utang Belum Tentu Pertanda Keuangan Anda Sehat
Laporan Keuangan Danantara Bikin Penasaran, Dony Oskaria Sebut Bakal Dirilis Setelah Hal Ini Tuntas

"Tugas dari Menteri Keuangan itu sebetulnya sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal: naikkan, potong, pinjam," kata Chatib di acara Grab Business Forum di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Muhammad Chatib Basri
Photo :
  • Isra Berlian

"Sesimpel itu. Karena ini balance sheet enggak bisa diapa-apain," ujarnya.

Meski demikian, Chatib menegaskan bahwa implementasi ketiga instrumen tersebut memang tidak sesederhana yang dibayangkan, utamanya dalam kondisi perekonomian seperti saat ini.

Sebab, mendongkrak pendapatan negara dengan menaikkan pajak, menurutnya sama sekali bukan opsi yang bijak. Karena hal itu justru bisa melemahkan daya beli masyarakat.

Namun, ternyata pilihan untuk menambah utang diakuinya juga sangat berisiko, khususnya di tengah tingginya suku bunga global yang juga mendongkrak biaya dana (cost of fund) seperti yang terjadi saat ini.

Karenanya, di tengah jalan buntu itu, Chatib berharap bahwa pemerintah bisa merasionalisasi anggaran secara progresif. Termasuk misalnya dengan memangkas subsidi yang tidak tepat sasaran, atau bahkan yang tidak terlalu berdampak positif terhadap perekonomian nasional.

Sehingga, menurutnya upaya ini terbilang lebih realistis, demi menyehatkan kondisi fiskal namun tanpa perlu membuat struktur utang makin terbebani dalam jangka panjang.

"Lalu, apa dalam situasi ini pajak harus dinaikkan, atau misalnya utang ditambah? Karena kalau mau pinjam atau mau ngutang itu, sekarang ini cost of fund-nya sudah sangat mahal," ujarnya.

Baca Juga :
Cara Soeharto Menyeleksi Pejabat Diungkap dalam Peringatan 105 Tahun Kelahirannya
Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan Untuk Masyarakat
Rupiah Melemah, Begini Tips Atur Pengeluaran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belum Juga Keluar Keringat, Timnas Indonesia Bikin Sensasi di Ranking FIFA: Garuda Kangkangi 5 Negara Eropa Jelang Hadapi Mozambik
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Menyamar jadi pengunjung, pencuri tanaman langka ditangkap
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Helikopter Apache Jatuh, AS Kembali Serang Iran
• 26 menit lalurepublika.co.id
thumb
Pertanian kota di panti Dinsos DKI bangun kemandirian dan mental
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Pantang Meremehkan, Joey Pelupessy Ingin Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik di FIFA Matchday
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.