Jakarta, CNBC Indonesia — Aliran dana asing kembali masuk ke pasar modal Tanah Air seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melompat tinggi.
Sepanjang sesi 1, Selasa (9/6/2026) asing melakukan aksi beli Rp 6,1 triliun dan jual Rp 5,9 triliun, sehingga net foreign sell mencapai Rp 179 miliar.
Emiten-emiten komoditas menyerap paling besar aliran dana asing. Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi saham yang paling banyak dibeli, yakni Rp 163,3 miliar. Kemudian diikuti oleh Merdeka Copper Gold (MDKA) Rp 90 miliar dan Darma Henwa (DEWA) Rp 61,3 miliar.
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar sepanjang sesi 1:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp 163,3 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp 90 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Tbk - Rp 61,3 miliar
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Rp 49,6 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp 42,1 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Rp 41,8 miliar
- PT Timah (Persero) Tbk (TINS) - Rp 41,2 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp 26,2 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp 26,1 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp 26 miliar
Sementara itu, saham-saham bank jumbo masih banyak dilepas oleh asing. Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham dengan net sell terbesar, yakni Rp 260,9 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 206,4 miliar, dan Bank Mandiri (BMRI) Rp 71,6 miliar.
Selengkapnya berikut 10 saham dengan net sell terbesar:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp 260,9 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - Rp 206,4 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Tbk - Rp 88,8 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - Rp 71,6 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - Rp 56,2 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) - Rp 33,3 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - Rp 29,5 miliar
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) - Rp 27 miliar
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) - Rp 17,6 miliar
- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk - Rp 16,5 miliar
Adapun IHSG melesat pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Pada penutupan perdagangan sesi pertama IHSG lompat 4,82% atau menguat 257 poin ke level 5.599,74. Bahkan pada perdagangan intraday IHSG sempat tembus lebih dari 5% dan mencapai titik tertinggi di level 5.627.
Lonjakan IHSG saat pembukaan terutama ditopang saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang memberikan kontribusi terbesar terhadap indeks. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi penopang utama kinerja IHSG dengan kontribusi 26,66 indeks poin. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga menjadi pendorong utama dengan kontribusi sekitar 22 poin terhadap indeks, disusul Bank Mandiri (BMRI) +18,77 poin, Bank Central Asia (BBCA) +18,73 poin dan Astra International (ASII) +9,97 poin.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google




