Grid.ID - Terungkap kronologi bocah di Jasinga Bogor tewas usai diserang dua anjing pemburu. Pemilik anjing tersebut kini jadi tersangka.
Seorang bocah berusia 9 tahun di Jasinga, Kabupaten Bogor kehilangan nyawa usai diserang dua ekor anjing pemburu. Ia ditemukan tewas di kawasan hutan wilayah Jasinga pada Minggu (7/6/2026).
Polisi kemudian meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan usai menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Usai diserang, korban mengalami luka parah di bagian kepala.
"Lukanya ada luka gigitan di tangan, di kaki, di badan, sama paling parah di sekitar kepala," ujar Kasatres PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, dikutip dari Kompas.com.
Kronologi
Berdasarkan keterangan dari teman korban, saat itu korban sedang dalam posisi jongkok untuk memancing belut. Namun tiba-tiba dua ekor anjing datang menyerangnya.
"Bahwasanya korban itu sedang memancing belut dengan posisi jongkok. Lalu, di belakangnya itu datang anjing tersebut. Korban kaget, kemudian berlari dan dikejarlah oleh anjing tersebut," ujarnya.
Mengetahui temannya dalam bahaya, rekan korban melarikan diri dan mencari pertolongan warga sekitar. Hingga akhirnya salah satu dari warga datang dan mengusir anjing tersebut.
"Dia (teman korban) memanggil orang dewasa sekitar situ lagi ngarit rumput, dia langsung ke sana mengusir anjing."
"Dia lihat ada dua ekor anjing dengan nomor sesuai punya pemilik yang diamankan ini," tambahnya.
Silfi menambahkan, anjing pemburu itu memang sedang dilepaskan oleh pemiliknya untuk memburu babi hutan. Namun dua anjing malah menyerang seorang bocah yang sedang memancing belut.
"Jadi, si pemilik anjing melepas dari jauh, jadi dia tidak mengikuti sehingga tidak ada pengawasan dari si pemilik anjing ini ke mana. Itu makanya kami bilang lalai terkait masalah anjingnya ini tidak dijaga," jelasnya.
Pemilik Anjing Jadi Tersangka
Kronologi bocah di Jasinga Bogor tewas usai diserang dua anjing pemburu membuat sang pemilik menjadi tersangka. Pemiliknya diketahui seorang pria berinisial Y.
Saat sedang melakukan perburuan babi hutan, Y membawa empat ekor anjing. Menurut pengakuannya, keempat anjing sudah biasa diturunkan untuk memburu babi hutan. Namun dua ekor justru menyerang manusia.
Kepala polisi, Y mengaku jika anjing-anjingnya itu baru pertama kali menyerang manusia selama beberapa kali melakukan perburuan babi hutan. Kedua anjing yang menyerang korban diberi nama Patrick dan Ozil.
"Kalau berdasarkan keterangannya sih tidak (buas) ya, katanya sudah biasa, baru kali ini menyakiti manusia katanya. Sebelum-sebelumnya belum pernah mengejar orang," ujar AKP Silfi, dikutip dari Tribunnews Bogor. (*)
Artikel Asli




