Jakarta (ANTARA) - Pemain bintang Victor Wembanyama mencetak 32 poin untuk membawa San Antonio Spurs mengalahkan tuan rumah New York Knicks 115-111 pada laga ketiga Final NBA di Madison Square Garden, New York, Selasa WIB.
"Kami telah melakukan apa yang seharusnya kami lakukan, tetapi tugas ini sama sekali belum selesai," kata Wemby yang berusia 22 tahun tersebut seusai pertandingan, dikutip dari AFP.
Kemenangan tipis ini sekaligus menghentikan rekor 13 kemenangan beruntun milik Knicks di babak Playoff. Hasil positif tersebut juga membuat Spurs memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dalam semifinal yang menggunakan format best-of-seven.
Selain mencetak poin tertinggi, Wembanyama yang bertinggi badan 2,24 meter itu juga tampil dominan dengan menyumbang delapan rebound, enam assist, tiga blok, dan dua steal. Dia menegaskan bahwa timnya kini bermain dengan lebih serius, meminimalkan kesalahan, dan mengurangi turnover.
Atmosfer pertandingan di Madison Square Garden berlangsung sangat riuh karena ini merupakan laga Final NBA pertama yang digelar di arena tersebut sejak tahun 1999. Riuh penonton juga diwarnai oleh aksi boo dari para pendukung yang mencemooh Presiden Donald Trump saat wajahnya muncul di layar video arena.
Pemain Spurs lainnya, Stephon Castle, turut menyumbang 23 poin, diikuti Dylan Harper yang menambahkan 13 poin dari bangku cadangan.
Di kubu tuan rumah, pemain bintang Jalen Brunson memimpin New York Knicks dengan raihan 32 poin, disusul OG Anunoby yang mengemas 28 poin.
Pelatih San Antonio Spurs Mitch Johnson menilai anak-anak asuhnya bermain dalam mode menyerang dengan ketenangan yang lebih baik. Meski demikian, Johnson merasa timnya masih memiliki beberapa hal yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi laga berikutnya.
Sementara itu, Pelatih Knicks Mike Brown mengakui keunggulan lawan namun mengkritik kepemimpinan wasit, terutama terkait perbedaan jumlah tembakan bebas yang mencolok pada babak kedua. Laga keempat Final NBA antara kedua tim akan kembali digelar di New York pada Kamis WIB.
Baca juga: Knicks pegang kendali Final NBA usai sapu dua laga tandang
"Kami telah melakukan apa yang seharusnya kami lakukan, tetapi tugas ini sama sekali belum selesai," kata Wemby yang berusia 22 tahun tersebut seusai pertandingan, dikutip dari AFP.
Kemenangan tipis ini sekaligus menghentikan rekor 13 kemenangan beruntun milik Knicks di babak Playoff. Hasil positif tersebut juga membuat Spurs memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dalam semifinal yang menggunakan format best-of-seven.
Selain mencetak poin tertinggi, Wembanyama yang bertinggi badan 2,24 meter itu juga tampil dominan dengan menyumbang delapan rebound, enam assist, tiga blok, dan dua steal. Dia menegaskan bahwa timnya kini bermain dengan lebih serius, meminimalkan kesalahan, dan mengurangi turnover.
Atmosfer pertandingan di Madison Square Garden berlangsung sangat riuh karena ini merupakan laga Final NBA pertama yang digelar di arena tersebut sejak tahun 1999. Riuh penonton juga diwarnai oleh aksi boo dari para pendukung yang mencemooh Presiden Donald Trump saat wajahnya muncul di layar video arena.
Pemain Spurs lainnya, Stephon Castle, turut menyumbang 23 poin, diikuti Dylan Harper yang menambahkan 13 poin dari bangku cadangan.
Di kubu tuan rumah, pemain bintang Jalen Brunson memimpin New York Knicks dengan raihan 32 poin, disusul OG Anunoby yang mengemas 28 poin.
Pelatih San Antonio Spurs Mitch Johnson menilai anak-anak asuhnya bermain dalam mode menyerang dengan ketenangan yang lebih baik. Meski demikian, Johnson merasa timnya masih memiliki beberapa hal yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi laga berikutnya.
Sementara itu, Pelatih Knicks Mike Brown mengakui keunggulan lawan namun mengkritik kepemimpinan wasit, terutama terkait perbedaan jumlah tembakan bebas yang mencolok pada babak kedua. Laga keempat Final NBA antara kedua tim akan kembali digelar di New York pada Kamis WIB.
Baca juga: Knicks pegang kendali Final NBA usai sapu dua laga tandang





