BI Kerek Lagi Suku Bunga Jadi 5,50%, Perry: Biar Rupiah Kuat dan Stabil!

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan yang digelar hari ini.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan.
 
Selain itu, kenaikan suku bunga acuan juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil instrumen keuangan domestik sehingga mampu menarik aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.
 
"Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing," kata Perry, dikutip dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
  Baca juga: BI Naikkan Suku Bunga 50 Bps Jadi 5,25%   Rupiah lebih lemah dari perkiraan  
Perry menjelaskan berdasarkan evaluasi sejak RDG bulanan pada 19-20 Mei 2026, pergerakan nilai tukar rupiah menunjukkan kondisi yang lebih lemah dibandingkan perkiraan sebelumnya.
 
Menurut dia, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh berlanjutnya gejolak global, tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri, serta aliran keluar investasi portofolio asing dari pasar keuangan Indonesia.
 
BI menilai penguatan stabilitas nilai tukar rupiah perlu terus dilakukan guna menjaga ketahanan sektor eksternal dan mendukung pencapaian sasaran inflasi pada 2026 dan 2027.
 
"Stabilisasi nilai tukar rupiah dimaksud juga agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai," tutur Perry.
 
Sejalan dengan kenaikan BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,25 persen.


(Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: MI/Ramdani)
  Evaluasi implementasi bauran kebijakan   
Diketahui, BI menggelar RDG mingguan setiap Selasa untuk mengevaluasi implementasi bauran kebijakan yang telah ditetapkan dalam RDG bulanan.
 
Adapun, pada perdagangan Selasa pagi, nilai tukar rupiah dibuka di level Rp18.134 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, pada penutupan perdagangan Senin, 8 Juni 2026, rupiah melemah 152 poin atau 0,84 persen menjadi Rp18.188 per USD dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp18.036 per USD.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026: Pertamax Rp16.250, Pertalite Tetap Rp10.000
• 37 menit lalubisnis.com
thumb
Emiten Haji Isam PGUN Fokus Replanting hingga 2030, Tunda Akuisisi Kebun Baru
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Peran Penyandang Disabilitas Dalam Penanganan Bencana di NTB
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Piala Dunia 2026: Hong Myungbo Tak Ingin Skuad Korea Selatan Terbebani Prestasi 2002
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkab Jember Serahkan Kendaraan Operasional KDKMP guna Dorong Pemerataan Ekonomi Desa
• 16 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.