Mengenal Tren “In This Economy”, Sindiran Lucu yang Relate bagi Anak Muda-Edukasi Ekonomi

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Media sosial terus melahirkan berbagai istilah dan tren yang dengan cepat menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Salah satu yang belakangan sering muncul di TikTok, Instagram, hingga X adalah frasa "In This Economy?".

Ungkapan ini biasanya digunakan sebagai respons ketika seseorang membahas pengeluaran yang dianggap berlebihan atau tidak terlalu mendesak. Misalnya, saat ada yang membeli kopi setiap hari, menambah koleksi skincare, atau berbelanja barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Sekilas terdengar seperti candaan. Namun di balik popularitasnya, frasa ini mencerminkan kondisi ekonomi yang dirasakan banyak orang, terutama generasi muda.
 

Baca Juga :

Mengenal Sandwich Generation, Fenomena yang Banyak Dialami Anak Muda Indonesia-Edukasi Ekonomi
  Apa Arti "In This Economy"? Secara harfiah, "In This Economy?" berarti "Di kondisi ekonomi seperti ini?".

Ungkapan tersebut digunakan secara sarkastis atau bercanda untuk mempertanyakan keputusan seseorang dalam mengeluarkan uang di tengah biaya hidup yang semakin tinggi.

Ketika seseorang berkata, "Beli kopi tiap hari? In this economy?", yang dimaksud bukan sekadar mempertanyakan pembelian kopi. Kalimat itu juga menyiratkan bahwa kondisi ekonomi saat ini membuat banyak orang harus lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Karena itulah, frasa ini menjadi begitu relevan dan mudah diterima oleh banyak pengguna media sosial. Berawal dari Krisis Ekonomi 2008 Meski populer di era media sosial saat ini, istilah "In This Economy?" sebenarnya bukan hal baru.

Melansir dari Telkom University, ungkapan tersebut mulai banyak digunakan saat krisis ekonomi global pada 2008, terutama di Amerika Serikat. Saat itu, masyarakat menghadapi ketidakpastian ekonomi, meningkatnya angka pengangguran, dan berbagai tekanan finansial lainnya.

Frasa tersebut kemudian digunakan untuk menyindir berbagai keputusan yang dianggap kurang bijak secara finansial di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Seiring perkembangan internet dan budaya meme, penggunaannya semakin luas. Kini, "In This Economy?" dipakai untuk hampir semua situasi yang berkaitan dengan pengeluaran, harga barang, atau gaya hidup yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi keuangan seseorang. Mengapa Anak Muda Merasa Relate? Banyak anak muda merasa dekat dengan tren ini karena menggambarkan pengalaman yang mereka hadapi sehari-hari.

Biaya hidup yang terus meningkat membuat banyak orang harus lebih selektif dalam mengelola uang. Harga makanan, biaya tempat tinggal, transportasi, hingga kebutuhan hiburan sering kali mengalami kenaikan.

Akibatnya, keputusan yang sebelumnya dianggap biasa kini sering kali membutuhkan pertimbangan lebih matang.

Tidak sedikit yang akhirnya berpikir dua kali sebelum berbelanja, berlangganan layanan tertentu, atau menghabiskan uang untuk kebutuhan tersier.

Dalam konteks inilah, "In This Economy?" menjadi bentuk humor yang merefleksikan kenyataan hidup banyak orang. Dari Meme Menjadi Pengingat Finansial Menariknya, tren ini tidak hanya melahirkan candaan di media sosial. Bagi sebagian orang, ungkapan tersebut juga menjadi pengingat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Banyak anak muda mulai menerapkan berbagai strategi penghematan, seperti:
  • Membuat kopi sendiri di rumah.
  • Memanfaatkan promo dan diskon.
  • Berbelanja produk bekas atau thrifting.
  • Mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak.
  • Mencari sumber pendapatan tambahan atau side hustle.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa berhemat tidak selalu identik dengan mengurangi kualitas hidup. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang baik justru membantu seseorang tetap menikmati berbagai kebutuhan dan keinginannya secara lebih terukur.
 

Baca Juga :

Gaji Naik tapi Tetap Bokek? Waspada Jebakan Lifestyle Inflation-Edukasi Ekonomi
  Adaptasi Menjadi Kunci Sobat MTVN Lens, fenomena "In This Economy?" memperlihatkan bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda, berusaha beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi.

Di tengah berbagai tantangan finansial, kemampuan mengatur prioritas dan mengelola pengeluaran menjadi keterampilan yang semakin penting.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa oleh tren ini cukup sederhana. Berhemat bukan berarti hidup dalam kekurangan, melainkan memahami cara terbaik untuk menikmati hidup sesuai kemampuan yang dimiliki.

Sebab dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, keberhasilan sering kali tidak ditentukan oleh siapa yang paling banyak menghabiskan uang, melainkan siapa yang paling mampu beradaptasi dan mengelolanya dengan bijak.

Seperti yang sering digaungkan di media sosial, dompet boleh saja tipis, tetapi hidup tetap bisa terasa manis jika dikelola dengan cerdas.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketumbar Disebut Bisa Obati Kista Pria, Benarkah atau Hanya Mitos?
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
SPPG Tak Ada di Daerah Terpencil, Kantin Sekolah jadi Alternatif Penyedia MBG
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menteri Kebudayaan Lebanon Serukan Israel Setop Serangan ke Situs Bersejarah, Area Kuno Ini Hancur
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mendekam di Penjara, Nikita Mirzani Disebut Masih Dapat Uang Ratusan Juta, Terungkap Sumber Uang Sang Artis
• 21 jam lalugrid.id
thumb
5 Alasan Mathew Baker Layak Jadi Starter Timnas Indonesia Vs Mozambik Malam Ini
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.