Bisnis.com, DENPASAR – Investasi di Bali masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan atau di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Bank Indonesia mencatat sepanjang 2025, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp42,82 triliun serta menyerap lebih dari 68.00p tenaga kerja, menegaskan peran investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Bali.
Akan tetapi, menurut catatan BI, Bali masih menghadapi tantangan pemerataan dan kualitas investasi. Sebanyak 88% realisasi investasi masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, sementara 97% investasi didominasi sektor tersier.
Kondisi ini mendorong perlunya penguatan investasi yang lebih inklusif, merata, dan terdiversifikasi antarwilayah maupun sektor ekonomi.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) saat ini terpusat di Denpasar seperti KEK Kesehatan Sanur dan KEK Kura-Kura Bali. Kemudian investasi akomodasi seperti hotel, vila, restoran terpusat di Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Jika dilihat investasi per Kabupaten, BPS mencatat PMDN Bali pada 2025 paling besar berada di Kota Denpasar, dengan realisasi Rp6,95 triliun, kemudian Kabupaten Badung Rp6,12 triliun, Kabupaten Gianyar Rp1,9 triliun.
Baca Juga
- BTN Salurkan Kredit Program Perumahan (KPP) Senilai Rp53,6 Miliar di Bali
- Penyaluran Kredit Bank BPD Bali Hingga Mei 2026 Tumbuh 8,4%
- Memasuki Usia 64 Tahun, Bank BPD Bali Target Masuk KBMI Dua
Sedangkan realisasi investasi di kabupaten lainnya rata-rata dibawah Rp1 triliun. Hal ini menunjukkan minat investasi masih terkonsentrasi di Bali Selatan.
Bahkan realisasi investasi dalam negeri Kabupaten Klungkung hanya Rp78,75 miliar dan Bangli hanya Rp81,33 miliar. Kabupaten Jembrana Rp156,99 miliar dan Kabupaten Buleleng Rp451,06 miliar.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali menjelaskan BI bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berkomitmen memperluas akses investor terhadap proyek-proyek strategis daerah.
"Kami juga mendorong pemerataan investasi antarwilayah, serta memperkuat transformasi ekonomi Bali menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan," jelas Achris dikutip Selasa (9/6/2026).
Achris menjelaskan Kinerja investasi Bali terus menguat di tengah ketidakpastian global. Investasi Bali tumbuh 6,78% (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy), dengan kontribusi mencapai 28% terhadap perekonomian daerah.





