2 Jam Diperiksa Polisi, Ketum YLBHI Ditanya Soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus

rctiplus.com
14 jam lalu
Cover Berita
2 Jam Diperiksa Polisi, Ketum YLBHI Ditanya Soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie YunusNasional | okezone | Selasa, 9 Juni 2026 - 14:07Dengarkan Berita

JAKARTA - Ketum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur selesai dimintai keterangan sebagai saksi atas laporan Model B kasus dugaan penyiraman aktivis KontraS Andrie Yunus oleh Polda Metro Jaya. Polisi pun mencecarnya soal tim investigasi dari TAUD.

"Ada 7 halaman, sekitar dua jam pemeriksaan, sekitar 18 pertanyaan. Poinnya mengapa YLBHI membentuk tim investigasi, apa alasannya, apa temuannya, kira-kira mengapa YLBHI dan kawan-kawan mau melakukan pembongkaran seperti ini, mengapa Andrie potensinya diserang, apa yang Andrie alami sebelumnya?" ujarnya pada wartawan, Selasa (9/5/2026).

Menurutnya, saat dimintai keterangan sebagai saksi, dia menyampaikan Andrie Yunus merupakan pegiat HAM yang aktif menyuarakan perjuangan HAM, Hukum, dan Demokrasi. Bahkan, sejak tahun 2025 lalu, Andrie Yunus aktif mengadvokasi RUU TNI, terlibat Judicial Review UU TNI, yang membuatnya kerap mendapatkan intimidasi oleh aparat militer.

Baca Juga:Mengintip Semarak Festival PBB 2026 di Bogor: Selamat Datang Kembali

"Ketika peristiwa Andrie mengalami penyerangan, kami sudah menduga kuat pelakunya datang dari orang-orang yang kerja di institusi militer. Makanya, kami setelah kejadian langsung membentuk tim investigasi independen," tuturnya.

 

Dalam pemeriksaan, dia membeberkan pembentukan tim investigasi dilakukan pasca rasa khawatir atas penyidikan terhadap Andrie Yunus bakal menemui kendala dari upaya penyembunyian fakta-fakta di lapangan. Begitu juga pada pada pelaku, yang mana kekhawatiran itu kini terbukti.

"Jadi kekhawatiran kami ketika perkara ini berkembang, terus hanya 4 orang (saja jadi tersangka), padahal kami sudah sampaikan ke penyidik, tim investigasi yang dibentuk menemukan 16 pelaku, kemana itu 12 pelaku lainnya? Kami mendorong kekoalisian untuk meneruskan penyidikannya," terangnya.

Sementara itu, Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Zainal Arifin menambahkan, rencananya perwakilan TAUD, khususnya dari aktivis KontraS bakal dimintai keterangan oleh polisi dalam waktu dekat ini. Mereka dipanggil kaitannya penelusuran fakta-fakta hasil investigasi dari TAUD atas kasus Andrie Yunus.

Baca Juga:Pelantikan Pengurus Peradi Profesional Trending di Medsos, Publik Bicara Reformasi Advokat

"Kemungkinan besar dari KontraS. Mungkin mas Dimas ya, dari ILB Jakarta, mas Fadil. Jadi orang-orang yang kemudian melakukan penelusuran, pengungkapan, pembentukan tim investigasi karena kan butuh legalitas," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap Akal Bulus Netanyahu Seret Trump ke Perang AS-Iran Jilid 2
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pariwisata Harus Masuk Meja Utama Presiden, Tantowi Yahya: Ini Jalan Keluar Pengangguran dan Penghasil Devisa
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kendaraan Listrik Mengurangi Kematian Dini di China, Memindahkan Risiko ke Indonesia
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Fakta Gempa Filipina: Getarannya Terasa ke Sulawesi, Picu Tsunami Kecil di Malut
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Usai Kenalan dengan Wanita, Korban Begal di Jakbar Dijebak ke Kamar Kos
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.