Pemerintah Siapkan Aturan, Dorong Penggantian Saklar Listrik MCB

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi pelanggan saat memasukkan kode token listrik ke kWh meter. (PT PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang merumuskan peraturan menteri (Permen) baru mengenai standar pengamanan sistem kelistrikan. Hal ini untuk menekan angka kebakaran akibat arus pendek atau korsleting.

Peraturan baru itu akan mencakup kewajiban penggunaan teknologi pengamanan yang lebih responsif pada instalasi listrik di bangunan publik maupun pemukiman warga.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa rencana tersebut untuk meminimalisasi dampak kerugian harta benda maupun jiwa akibat gangguan listrik yang marak terjadi di berbagai daerah. Pihaknya saat ini sedang melakukan proses harmonisasi regulasi agar standar keamanan baru tersebut memiliki landasan hukum yang kuat sebelum diimplementasikan.


Baca: Harga Minyak RI (ICP) Rata-Rata Januari-Mei 2026 Tembus US$ 91,8/Barel

"Jadi gini, kalau ini gawai proteksi arus sisa (GPAS), ini kan persoalannya itu adalah kan cukup banyak dampak-dampak terhadap korsleting yang menyebabkan kebakaran. Itu ada kantor pemerintah di beberapa daerah, itu ada pasar, ada rumah masyarakat. Ini kan kita juga membuat untuk arus sisa ini bagaimana pengamanannya," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (9/6/2026).

Lewat aturan ini, pemerintah berencana mendorong konversi perangkat pengaman dari Miniature Circuit Breaker (MCB) konvensional menjadi Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection (RCBO). Perangkat baru tersebut dinilai jauh lebih efektif karena memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi kebocoran arus listrik dibandingkan dengan MCB biasa yang jamak digunakan masyarakat saat ini.

"Jadi nanti ada konversi, ini ada RCBO, RCBO ini akan mengganti MCB. Ya selisih harganya itu nanti ini juga tidak seberapa," tambahnya.

Nantinya, penerapan standar baru tersebut akan diprioritaskan untuk area perkantoran serta pasar tradisional yang sering mengalami musibah kebakaran akibat masalah kelistrikan. Penggunaan teknologi RCBO diproyeksikan mampu memutus aliran daya secara otomatis dan menyeluruh dalam waktu singkat saat terjadi anomali beban arus di dalam jaringan.

"Jadi untuk instalasi yang ada di perkantoran, di pasar, jadi itu justru pada saat ada korsleting itu akan mati secara keseluruhan, itu lebih sensitif. Jadi ini dalam rangka pengamanan. Untuk permennya itu juga sudah disiapkan lagi proses harmonisasi," tutup Yuliot.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bank Mandiri Buka Akses Investasi Untuk Generasi Masa Kini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik Tanker Berasap Usai Dihantam Jet Tempur AS di Dekat Iran
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terjaring OTT, Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Banggar DPR Soroti Tantangan Ekonomi 2027, Dorong Reformasi Subsidi Energi dan Percepatan Industrialisasi
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terhipnotis Pesona Ronaldo, Mahasiswi Unifa Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026
• 15 jam lalucelebesmedia.id
thumb
JPU Bacakan Tanggapan terhadap Pleidoi Nadiem Makarim Hari Ini
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.