BYD, Baidu, dan Alibaba Masuk Daftar Hitam Pentagon AS

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menambahkan beberapa perusahaan terkemuka China.

BYD, Baidu, dan Alibaba Masuk Daftar Hitam Pentagon AS. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menambahkan beberapa perusahaan terkemuka China, termasuk raksasa teknologi Alibaba, produsen mobil listrik BYD, dan platform mesin pencari Baidu, ke dalam daftar hitamnya.

Dilansir dari AP pada Selasa (9/6/2026), hal ini mencegah perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendapatkan proyek dari Pentagon.

Baca Juga:
Penjualan BYD Turun 15 Persen pada April 2026 meski Ekspor Naik Tajam

Dibuat pada 2021, daftar tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi perusahaan yang menurut Pentagon memiliki hubungan dengan militer China.

Daftar ini tidak hanya menyasar perusahaan yang secara langsung dikendalikan oleh militer China, tetapi juga perusahaan yang dianggap berkontribusi pada industri pertahanan negara tersebut.

Baca Juga:
Gandeng BYD, Asuransi Digital (YOII) Pasang Target Pertumbuhan Pendapatan hingga 150 Persen

China menolak keras adanya daftar tersebut. Beijing menuduh Pentagon melakukan diskriminasi terhadap perusahaan asal negaranya 

"AS melanggar konsep keamanan nasional dan membuat daftar diskriminatif untuk menargetkan perusahaan China," kata Kedutaan Besar China di AS dalam pernyataannya.

Baca Juga:
Penjualan BYD Naik pada Mei 2026 usai Turun 8 Bulan Beruntun

Pihak kedutaan menegaskan bahwa perusahaan China selalu mematuhi hukum dan peraturan negara tempat mereka berbisnis. 

"AS harus menghentikan praktik yang salah ini dan menciptakan lingkungan yang adil, setara, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan China," katanya.

Usai pembaruan kali ini, daftar tersebut terdiri dari 188 entitas China, naik dari sekitar 130 tahun lalu. 

Meskipun perusahaan yang ada dalam daftar masih dapat berbisnis di AS, mereka mendapatkan reputasi buruk dan bisa menghadapi lebih banyak pembatasan. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Efisiensi Anggaran Jadi Fokus Kepala BGN Baru
• 19 jam laludetik.com
thumb
Harga Minyak Menguat Meski Ketegangan Iran-Israel Mulai Mereda
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Gempa di Sulut, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Merasa di rumah sendiri jadi kunci Ole Romeny kembali cetak gol
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Danantara Sebut Telkom Akan Menutup 12 hingga 14 Anak Usaha
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.