Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kementerian ingin memperluas pengembangan talenta kreatif dari warga binaan Lapas untuk membantu mereka memiliki keterampilan saat sudah kembali ke masyarakat.
“Karena kita tahu di warga binaan itu kan ada kegiatan-kegiatan yang kaitannya mungkin berbagai macam kegiatan yang untuk membantu mereka ketika kembali ke masyarakat. Nah mungkin nanti kita bisa kolaborasi apa kaitannya dengan musik, apa kaitannya dengan film, dan berbagai sektor lainnya,” kata Riefky kepada awak media usai audiensi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta, Selasa.
Riefky mengatakan kolaborasi akan dilakukan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk melihat potensi keterampilan di bidang kreatif dari warga binaan yang bisa dikembangkan sejak di dalam Lapas maupun saat sudah keluar dari Lapas dan kembali ke masyarakat.
Baca juga: Kemenimipas perkuat pengamanan hingga pemasaran produk warga binaan
Sebelumnya tahun lalu Kementerian Ekraf juga telah melakukan hal yang sama untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Merauke, Elpama Prison yang merupakan grup rap hip-hop beranggotakan narapidana di Lapas Kelas IIB Merauke, Papua yang mampu menyalurkan kreativitas dan karya bermusik dari balik jeruji besi.
“Waktu itu kita ajari bagaimana bikin video clip, bagaimana me-monetize dari kemampuan kelompok nyanyinya itu supaya bisa viral di Youtube atau masuk ke Spotify itu juga,” katanya.
Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan Kemenimipas menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan Kementerian Ekraf untuk mengembangkan dan pembinaan talenta kreatif dari warga binaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
Baca juga: Kemenimipas: Pemberdayaan warga binaan minimalkan gangguan kamtib
Agus mengatakan pembinaan masyarakat di dalam Lapas akan dipersiapkan melalui kegiatan pelatihan kerja, dan juga memberikan akses event kreatif tertentu pada warga yang sedang menjalani pembinaan di lapas.
“Kami juga menyambut baik dengan kerja sama di dalam pembinaan warga di lembaga pemasyarakatan untuk mempersiapkan warga binaan melalui pelatihan kerja dan event-event tertentu yang nantinya bisa mengantar orang-orang kreatif yang saat ini sedang menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia,” kata Agus.
Langkah strategis ini juga untuk mendukung kemandirian warga binaan menuju kehidupan baru yang lebih produktif dan pemberdayaan ekonomi.
Baca juga: PLN IP: Bantuan FABA untuk memberdayakan warga binaan di Nusakambangan
Baca juga: PCO: Pemberdayaan warga binaan jadi dampak positif program MBG
“Karena kita tahu di warga binaan itu kan ada kegiatan-kegiatan yang kaitannya mungkin berbagai macam kegiatan yang untuk membantu mereka ketika kembali ke masyarakat. Nah mungkin nanti kita bisa kolaborasi apa kaitannya dengan musik, apa kaitannya dengan film, dan berbagai sektor lainnya,” kata Riefky kepada awak media usai audiensi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta, Selasa.
Riefky mengatakan kolaborasi akan dilakukan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk melihat potensi keterampilan di bidang kreatif dari warga binaan yang bisa dikembangkan sejak di dalam Lapas maupun saat sudah keluar dari Lapas dan kembali ke masyarakat.
Baca juga: Kemenimipas perkuat pengamanan hingga pemasaran produk warga binaan
Sebelumnya tahun lalu Kementerian Ekraf juga telah melakukan hal yang sama untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Merauke, Elpama Prison yang merupakan grup rap hip-hop beranggotakan narapidana di Lapas Kelas IIB Merauke, Papua yang mampu menyalurkan kreativitas dan karya bermusik dari balik jeruji besi.
“Waktu itu kita ajari bagaimana bikin video clip, bagaimana me-monetize dari kemampuan kelompok nyanyinya itu supaya bisa viral di Youtube atau masuk ke Spotify itu juga,” katanya.
Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan Kemenimipas menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan Kementerian Ekraf untuk mengembangkan dan pembinaan talenta kreatif dari warga binaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
Baca juga: Kemenimipas: Pemberdayaan warga binaan minimalkan gangguan kamtib
Agus mengatakan pembinaan masyarakat di dalam Lapas akan dipersiapkan melalui kegiatan pelatihan kerja, dan juga memberikan akses event kreatif tertentu pada warga yang sedang menjalani pembinaan di lapas.
“Kami juga menyambut baik dengan kerja sama di dalam pembinaan warga di lembaga pemasyarakatan untuk mempersiapkan warga binaan melalui pelatihan kerja dan event-event tertentu yang nantinya bisa mengantar orang-orang kreatif yang saat ini sedang menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia,” kata Agus.
Langkah strategis ini juga untuk mendukung kemandirian warga binaan menuju kehidupan baru yang lebih produktif dan pemberdayaan ekonomi.
Baca juga: PLN IP: Bantuan FABA untuk memberdayakan warga binaan di Nusakambangan
Baca juga: PCO: Pemberdayaan warga binaan jadi dampak positif program MBG




