Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Dua Awak Berhasil Diselamatkan

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Sebuah helikopter serang AH-64 Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) jatuh di dekat Selat Hormuz pada Senin, 8 Juni 2026.

Mengutip laporan The New York Times, dua sumber yang mengetahui insiden tersebut mengatakan bahwa kedua awak helikopter berhasil diselamatkan setelah kecelakaan terjadi.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab jatuhnya helikopter tersebut. Otoritas militer masih menyelidiki apakah Apache itu ditembak oleh Iran, mengalami kerusakan mekanis, atau menghadapi masalah lain saat menjalankan misi.

Insiden tersebut terjadi setelah beberapa hari ketegangan di kawasan meningkat akibat saling serang antara Israel dan Iran sebelum kedua pihak akhirnya menghentikan serangan mereka.

Peristiwa itu kembali menunjukkan rapuhnya gencatan senjata yang saat ini berlaku di kawasan. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum mengumumkan insiden tersebut secara resmi ketika laporan pertama kali muncul.

Gedung Putih maupun Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) juga belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab jatuhnya helikopter tersebut. Beroperasi Dekat Wilayah Iran Militer Amerika Serikat selama beberapa bulan terakhir mengerahkan helikopter Apache, drone MQ-9 Reaper, pesawat tempur F/A-18, dan F-35 untuk mendukung operasi di sekitar Selat Hormuz.

Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya CENTCOM menghadapi kebijakan Iran yang membatasi lalu lintas komersial di jalur pelayaran strategis tersebut.

Menurut laporan, Iran telah menembak jatuh sekitar 30 drone MQ-9 Reaper sejak konflik pecah pada 28 Februari. Selain itu, beberapa pesawat tempur Amerika Serikat juga dilaporkan hilang akibat tembakan musuh maupun insiden salah sasaran.

Namun, jika peyelidikan mengonfirmasi kehilangan tersebut, Apache yang jatuh pada Senin akan menjadi helikopter jenis itu pertama yang hilang dalam konflik saat ini.

Helikopter AH-64 Apache dikenal sebagai salah satu platform tempur paling mematikan yang beroperasi di kawasan. Pesawat ini dipersenjatai rudal Hellfire dan kerap digunakan untuk menghalau serangan kapal kecil maupun mencegat drone.

Dalam beberapa bulan terakhir, Apache dilaporkan beroperasi semakin dekat ke wilayah yang dikuasai Iran, termasuk pulau-pulau Iran di Selat Hormuz dan Teluk Persia.

Langkah itu merupakan bagian dari pendekatan militer agresif yang tetap dipertahankan Amerika Serikat meskipun Washington dan Teheran terus menjalani negosiasi untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.

Sebagai respons terhadap blokade Iran, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April. Sejak saat itu, kapal-kapal militer AS dilaporkan telah memaksa 134 kapal berbalik arah.

CENTCOM juga menyatakan telah melumpuhkan tujuh kapal yang mengabaikan peringatan Amerika Serikat, termasuk sebuah kapal tanker berbendera Palau yang sedang menuju Iran melalui perairan internasional di Teluk Oman pada Senin.

Pada April lalu, dua awak pesawat tempur F-15E Strike Eagle Amerika Serikat juga berhasil diselamatkan setelah pesawat mereka ditembak jatuh dan mereka terpaksa melontarkan diri di wilayah yang dianggap berbahaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
CV dan PT Tak Lagi Nikmati PPh Final 0,5%, DJP: Pajak Berdasarkan Laba Bersih
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK tahan Bupati Muara Enim dalam kasus dugaan suap
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Mendekam di Penjara, Nikita Mirzani Disebut Masih Dapat Uang Ratusan Juta, Terungkap Sumber Uang Sang Artis
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Menkeu Ungkap 8 Prioritas Kebijakan Fiskal dan Target APBN 2027
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Galeri 24, UBS dan Antam Hari Ini Banyak yang Naik
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.