REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Dalam konfrontasi terbuka pertama antara Iran dan Israel sejak 7 April lalu, militer Israel mengumumkan mereka telah menyerang Kompleks Petrokimia Mahshahr di barat daya Iran pada Senin (9/6/2026) pagi.
Serangan ini terjadi setelah beberapa pekan tidak ada serangan langsung yang saling dilancarkan oleh kedua negara.
Baca Juga
Iran-Israel Setop Saling Serang, Teheran Pasang Syarat Ini untuk Kesepakatan dengan AS
Taktik Perang Brilian Hizbullah yang Ubah Lebanon Jadi Ladang Pembantaian Tentara Israel
Ilusi Kemenangan Benteng Beaufort dan Jebakan Hizbullah, Tentara Israel Bertumbangan 48 Jam Terakhir
Menurut laporan harian The New York Times, fasilitas yang menjadi sasaran adalah Pabrik Petrokimia Karun.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa fasilitas tersebut terkena serangan dua kali sekitar pukul 07.30 pagi waktu setempat, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Wakil Gubernur Khuzestan bidang Keamanan, Valiollah Hayati, mengatakan kepada Kantor Berita Mehr bahwa musuh Zionis menyerang Perusahaan Petrokimia Karun Mahshahr, dan sebagian kawasan industri mengalami kerusakan akibat jatuhnya proyektil."
Setelah serangan tersebut, Organisasi Kawasan Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr mengumumkan evakuasi darurat bagi para pekerja shift pagi, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.
Apa itu Kompleks Petrokimia Mahshahr?
Secara resmi, kawasan ini dikenal sebagai Bandar Imam Petrochemical Complex, kompleks petrokimia terbesar di Iran.
Lokasinya berada di dekat Kota Mahshahr dan Pelabuhan Industri Bandar Imam Khomeini di pesisir Teluk Persia.