Akses Pembiayaan Digital Makin Luas bagi Masyarakat

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Penyelenggara jasa pinjaman daring sektor multiguna, PT Kredit Utama Fintech Indonesia (KUFI) melalui RupiahCepat dan PT Bank DBS Indonesia memperkuat kerja sama penyaluran pinjaman (channeling) guna memperluas akses pembiayaan digital berkualitas bagi masyarakat.

Direktur RupiahCepat Anna Maria Chosani mengatakan kerja sama yang terjalin sejak tahun lalu tersebut merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat layanan pembiayaan digital.

"Bank DBS Indonesia merupakan mitra pendanaan strategis bagi RupiahCepat. Peningkatan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen kami dalam menjaga kepatuhan, kualitas layanan dan perlindungan konsumen. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi untuk bisa terus menghadirkan layanan pembiayaan digital yang aman, mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," ujar Anna, dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juni 2026.

Kerja sama antara RupiahCepat dengan Bank DBS Indonesia telah membuka akses pembiayaan bagi masyarakat umum, pelaku usaha mikro, wiraswasta, hingga pekerja lepas di berbagai wilayah Indonesia. Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha dan memenuhi berbagai kebutuhan produktif.

Selain itu, sinergi kedua perusahaan turut memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan konvensional.

Head of CBG Ecosystem and Digital, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Willy Lawy mengatakan, kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

"Melalui kolaborasi pendanaan ini, kami berkomitmen untuk memberdayakan individu dan memperluas akses mereka ke layanan finansial esensial, sehingga secara signifikan meningkatkan kapabilitas pembiayaan RupiahCepat," tambah Willy.


Direktur RupiahCepat Anna Maria Chosani (tengah) bersama Tim RupiahCepat berinteraksi dengan pengunjung. Foto: dok RupiahCepat.
 

Baca Juga :

QRIS Makin Mendunia, Saatnya Ekosistem Pembayaran Digital Terintegrasi

Mengedepankan kepatuhan dan perlindungan konsumen
Dalam implementasinya, kedua perusahaan mengedepankan prinsip kepatuhan dan perlindungan konsumen melalui penerapan manajemen risiko, transparansi biaya pinjaman, sistem manajemen keamanan informasi, serta keterbukaan informasi kepada pengguna sesuai ketentuan regulator.

Hal ini sesuai dengan ketentuan OJK, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 40/2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).

Didukung teknologi electronic know your customer (e-KYC), analisis kelayakan pinjaman (credit scoring) dan sistem anti-fraud, RupiahCepat menyediakan proses pengajuan hingga pencairan dana secara daring yang tidak hanya mengedepankan kecepatan tetapi juga keamanan bertransaksi.

Hingga saat ini, total penyaluran pinjaman kumulatif di platform RupiahCepat telah melampaui Rp40 triliun. Sementara jumlah pengguna yang telah dilayani juga telah melampaui tujuh juta pengguna di seluruh Indonesia. Pencapaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan keuangan digital yang inklusif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibintangi oleh Jirayut Hingga Tante Lala, Film Cek Khodam Siap Tayang di Bioskop Bulan Depan
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Terbongkarnya Persembunyian Buronan AS di Bunker Sawangan Depok
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Mensos Akselerasi Pembangunan 9 Sekolah Rakyat di Bali Sesuai Arahan Presiden
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ngaku Pernah Jadi ART Sarwendah, Sosok ini Ungkap Sifat Asli Mantan Istri Ruben Onsu yang Tak Tersorot Kamera
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Pabrik Dua Putra (DPUM) di Pati Kebakaran, Aktivitas Produksi Dialihkan
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.