Pasar Reli Usai BI Kerek Suku Bunga, Pergerakan Rupiah Jadi Fokus Investor

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

BI perlu mengambil langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi rupiah, termasuk melalui peningkatan imbal hasil instrumen keuangan domestik.

Pasar Reli Usai BI Kerek Suku Bunga, Pergerakan Rupiah Jadi Fokus Investor (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Keputusan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen pada Selasa (9/6/2026) mendapat sambutan positif dari pasar keuangan. 

Langkah ini sebagai respons terhadap pelemahan rupiah yang berlangsung lebih dalam dari perkiraan sejak RDG Mei 2026. 

Baca Juga:
Suku Bunga Naik ke 5,50 Persen, Langkah BI Dinilai Tepat Stabilkan Rupiah dan Inflasi

Di mana rupiah sempat ditutup di level terendah sepanjang sejarah pada Senin (8/6/2026) di Rp18.178 per USD. 

Usai pengumuman di luar RDG bulanan tersebut, rupiah berhasil menguat 0,65 persen dan ditutup di level Rp18.060 per USD pada Selasa (9/6/2026).

Baca Juga:
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.058 per USD Usai BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen

Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun juga naik 14 bps menjadi 7,4 persen, atau tertinggi sejak November 2022.

Menurut Stockbit, BI perlu mengambil langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi rupiah, termasuk melalui peningkatan imbal hasil instrumen keuangan domestik guna menarik kembali aliran dana asing ke pasar Indonesia.

Baca Juga:
IHSG Melesat 6 Persen di Tengah Wacana Buyback Saham BUMN dan Kejutan Suku Bunga BI

Dari pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan 7,6 persen dalam sehari. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak 26 Maret 2020 ketika IHSG melonjak 10,2 persen dalam satu sesi perdagangan.

Stockbit mencatat, reli pasar berlangsung secara luas dengan sebanyak 678 saham ditutup menguat, sementara hanya 90 saham yang mengalami penurunan harga.

Baca Juga:
Suku Bunga Acuan Naik Jadi 5,5 Persen, BI Rilis 4 Amunisi Jaga Stabilitas Rupiah

Penguatan tajam IHSG menunjukkan pasar menyambut positif upaya regulator dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

"Setelah turun signifikan sekitar 38 persen sejak awal tahun hingga 8 Juni 2026, pasar tampak merespons positif langkah regulator untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan pasar modal Indonesia," tulis Stockbit Selasa (9/6/2026).

Meski demikian, Stockbit mengingatkan investor untuk tetap mencermati pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, pengalaman setelah kenaikan BI Rate sebesar 50 bps pada 20 Mei 2026 menunjukkan bahwa penguatan rupiah saat itu hanya berlangsung sementara sebelum kembali mengalami tekanan.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menyamar jadi pengunjung, pencuri tanaman langka ditangkap
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
BI Kerek Lagi Suku Bunga Jadi 5,50%, Perry: Biar Rupiah Kuat dan Stabil!
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa M5,1 di Laut Sulawesi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Selasa 9 Juni 2026
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Edison Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek Pengadaan di Dinas Pendidikan
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.