Nur Ungkap Trauma Psikologis Usai Bekerja dengan Erin, Masih Dihantui Rasa Takut

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus yang melibatkan Nur, mantan asisten rumah tangga (ART) yang pernah bekerja pada Erin, mantan istri Andre Taulany, kembali menjadi sorotan publik. Dalam keterangannya yang disampaikan melalui kuasa hukum di Polres Metro Jakarta Selatan, Nur mengaku masih mengalami tekanan psikologis yang cukup berat akibat pengalaman yang ia alami selama bekerja.

Kuasa hukum Nur, Basuki, menjelaskan bahwa kliennya masih merasakan ketakutan untuk bertemu dengan Erin. Perasaan tersebut muncul bukan hanya ketika membayangkan bertemu secara langsung, tetapi juga saat melihat orang yang dianggap memiliki kemiripan fisik dengan sosok yang pernah menjadi majikannya itu.

Menurut Basuki, kondisi tersebut menunjukkan adanya beban psikologis yang masih tersimpan dalam diri Nur. Ia menyebut bahwa kliennya masih dihantui rasa khawatir dan cemas ketika mengingat pengalaman masa lalu.

"Saat ini, setelah tadi saya tanya di atas ya, itu beliau sampaikan masih ada rasa was-was, ya, rasa khawatir, ya, dan takut untuk bertemu dengan Ibu E (Erin), ya, takut," ujar Basuki, kuasa hukum Nur di Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (9/6/2026).

Menurut Basuki, Nur pun merasa khawatir dengan orang yang mirip dengan Erin.

"Bahkan orang yang mirip pun, orang yang mirip dengan Ibu E beliau ada kekhawatiran di perasaannya," sambungnya.

Saat dimintai keterangan, Nur mengaku bahwa salah satu hal yang paling membekas dalam ingatannya adalah ancaman serta kemarahan yang pernah diterimanya. Nur mengungkapkan bahwa perlakuan tersebut menjadi alasan utama dirinya merasa tidak nyaman hingga sekarang.

"Takut itu marahnya, terus ancaman ancamannya itu yang bikin saya takut," ungkap Nur.

Ia bahkan masih mengingat dengan betul setiap perlakuan mantan istri Andre Taulany tersebut.

"Iya, masih ingat," katanya.

Nur juga mengaku mengalami tekanan mental karena sering mendapatkan teguran dan kemarahan yang menurutnya tidak selalu berkaitan dengan kesalahan yang ia lakukan sendiri. Ia menyebut bahwa situasi tersebut membuat dirinya merasa tertekan selama bekerja.

 

"Iya, karena ada tertekan karena itu juga sering dimarahin tanpa apa pun. Ancaman kayak mau dilaporkan ke polisi, terus saya dibilang buronan," tuturnya.

Lebih lanjut, Nur menjelaskan bahwa kemarahan yang diterimanya tidak terjadi setiap hari. Namun, ia merasa kerap terkena dampaknya ketika terjadi kesalahan dalam lingkungan kerja.

Menurut pengakuannya, ketika ada persoalan tertentu, bukan hanya pihak yang dianggap melakukan kesalahan yang menerima teguran, melainkan dirinya juga ikut dimarahi. Nur kemudian memberikan contoh terkait penempatan barang yang dianggap tidak sesuai atau persoalan lain yang menurutnya sering berujung pada kemarahan.

"Nggak setiap hari, cuma kalau misalkan yang lain salah pasti kita juga kena. Perihal semisal barang-barang semisal tidak sesuai yang ditempatkan dan ucapan-ucapan yang beliau ucapkan kayak yang tidak sesuai pasti dimarahin," sebutnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Resmi Sahkan RUU Polri jadi Undang-Undang, Berisi 8 Klaster Aturan
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harry Kane Cetak Rekor Gol di 21 Negara, Lampaui Wayne Rooney Jelang Piala Dunia 2026
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN untuk Benahi Program Makan Bergizi Gratis
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Sita Uang Rp 2 Miliar dalam OTT Bupati Muara Enim, Ada Dolar dan Riyal
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Dedi Mulyadi Soal Pesta Gay di Karawang, Minta Bupati Ambil Tindakan & Pembinaan
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.