Grid.ID – Di era digital saat ini, pengaruh figur publik (influencer) dalam memasarkan produk kecantikan dan kesehatan sangatlah besar. Hal inilah yang menjadi sorotan dokter kecantikan sekaligus kreator konten dr. Amira Farahnaz, atau yang populer dengan sapaan Dokter Detektif (Doktif).
Doktif mengkritik aliansi para pemilik merek (owner) nakal dan sejumlah sosialita serta influencer Tanah Air. Salah satu nama yang disoroti secara langsung oleh Doktif adalah Fitri Salhuteru, yang turut mempromosikan produk minuman pelangsing bermasalah milik MH, yang terbukti positif mengandung bahan pencahar berlebih (Senosida).
Ia menyayangkan sikap beberapa figur publik yang dinilai lebih mengutamakan solidaritas pertemanan atau keuntungan materiil dibandingkan dengan keselamatan masyarakat luas yang menjadi konsumen mereka.
"Jadi di sini juga Doktif membuktikan yuk kita sama-sama melakukan cancel culture. Mereka ini bersatu padu, guys. Sama mereka ini. Ya, nggak pernah memikirkan kesehatan kalian. Jadi, mereka saling berkubu, ya," kata Doktif dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Menurut Doktif, promosi gencar yang dilakukan oleh para influencer pendukung ini berbahaya karena mengabaikan potensi risiko fatal, termasuk adanya dugaan korban jiwa akibat konsumsi jangka panjang produk pelangsing yang tidak aman.
"Dia nggak peduli dengan keamanan, kesehatan kalian. Yang penting dia berteman dengan MH, dia akan bela mati-matian. Peduli bodoh dengan kesehatan kalian, mau kalian meninggal, mau kalian apa, nggak akan peduli grupnya mereka. Ya, makanya Doktif akan melawan terus, nggak akan pernah berhenti," tegasnya.
Ia pun melayangkan pesan terbuka dan cukup menohok kepada figur publik senior tersebut agar lebih bijak dan memiliki empati terhadap kesehatan konsumen yang sebagian besar merupakan masyarakat biasa.
"Seharusnya kamu malu dengan usia kamu seperti itu. Stop melakukan hal-hal yang kayak begitu. Stop membela owner-owner nakal yang berusaha untuk membahayakan masyarakat," imbau Doktif.
Sebagai langkah nyata untuk memutus rantai peredaran produk berbahaya dan memberikan efek jera kepada para pelaku usaha nakal, Doktif mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih selektif dan berani menerapkan sanksi sosial berupa boikot.
"Untuk masyarakat yang sudah tahu, stop menggunakan produk ini. Lakukan cancel culture terhadap penjualnya, atau siapapun yang terkait dengan produk ini, stop, karena sangat membahayakan sebelum terlambat," pungkas Doktif.(*)
Artikel Asli




