Rupiah Masih Tertekan, Ekonom Sarankan Kenaikan BI Rate dan Pengetatan Devisa Ekspor

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Romauli Nainggolan Pakar Ekonomi dari Fakultas Bisnis dan Manajemen (FBM) Univeristas Ciputra (UC) Surabaya menilai bahwa tekanan terhadap rupiah masih sangat kuat, baik dari faktor eksternal maupun domestik, sehingga peluang rupiah menguat masih cukup berat karena dominasi penguatan dolar AS di pasar global.

“Kalau dilihat dari analisa pasar, dolar ini memberikan tekanan yang sangat kuat terhadap rupiah. Ini bisa ditunjukkan oleh kebijakan Bank Indonesia itu mau membatasi pembelian valuta asing tunai maksimum 25 Ribu US Dollar per bulan. Ini bukti bahwa memang saat ini pasokan dolar ini dijaga ketat,” katanya saat dihubungi suarasurabaya.net pada Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan pelemahan rupiah saat ini merupakan kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi global, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Sementara dari dalam negeri, kebutuhan dolar untuk berbagai transaksi internasional terus menggerus devisa. Mulai dari pembayaran utang luar negeri, pembelian barang-barang impor, hingga perjalanan dinas.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat rupiah masih rentan mengalami tekanan lanjutan. Bahkan menurutnya, sejumlah analis pasar memproyeksikan pelemahan dapat berlanjut apabila tidak diimbangi langkah pemerintah yang lebih agresif.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan Bank Indonesia mengambil kebijakan yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Salah satunya dengan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate guna menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia.

“Pemerintah mau tidak mau harus menaikkan BI rate. Dan memang baru saja BI rate naik ya 25 basis poin. Sebelumnya kan 5,25 persen naik menjadi 5,5 persen. Walau sebenarnya 5,5 persen ini masih belum cantik atau belum menarik di mata investor, harus di atas itu agar kapital modalnya itu masuk banyak ke Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan devisa hasil ekspor, terutama dari komoditas strategis seperti batu bara, nikel, dan kelapa sawit. Menurutnya, dolar hasil ekspor perlu lebih banyak ditempatkan di dalam negeri agar pasokan valuta asing tetap terjaga.

“Harus memantau uang dolarnya itu diparkirkan di dalam negeri, bukan di bank-bank luar atau negara lain,” ujarnya.

Dengan tekanan global yang masih tinggi dan kebutuhan dolar domestik yang terus meningkat, ia menilai penguatan rupiah akan sulit terjadi tanpa intervensi yang lebih signifikan dari pemerintah dan otoritas moneter.

Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi pelemahan rupiah maupun gejolak pasar saham yang terjadi belakangan ini. Namun, ia tetap menekankan pentingnya sikap mengelola keuangan yang lebih cermat dan bijak agar daya tahan ekonomi rumah tangga tetap terjaga.

Ia menyarankan masyarakat menunda pengeluaran yang bersifat konsumtif, terutama pembelian barang atau kebutuhan yang bergantung pada impor dan transaksi berbasis dolar AS. Sebaliknya, ia mendorong masyarakat untuk lebih mengutamakan produk dalam negeri, termasuk hasil produksi pelaku UMKM, guna mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.

Selain itu, sebagian dana yang sebelumnya dialokasikan untuk belanja konsumtif dapat dialihkan ke instrumen investasi yang relatif aman.

“Rem belanja-belanja konsumtif. Coba dialokasikan kepada investasi yang bisa menjaga keamanan keuangan,” tegasnya.

Menurutnya, instrumen seperti emas bisa menjadi pilihan untuk menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Dengan langkah tersebut, ia berharap masyarakat tetap bisa menjaga stabilitas keuangan pribadi tanpa terjebak kepanikan pasar.(ris/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebuah Sungai di Zhejiang, Tiongkok Mendadak Berubah Menjadi “Sungai Susu”, Banyak Ikan Mengapung ke Permukaan
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Harapan Damai Israel-Iran Angkat Harga Emas, Abaikan Data Tenaga Kerja AS
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Profesi Lama Giorgio Antonio Terungkap, Klaim CEO Lagi-lagi Diragukan Netizen
• 58 menit laluviva.co.id
thumb
Bupati Muara Enim Edison Tiba di Gedung KPK Jakarta Pagi Ini
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini: Tonton di SCTV dan Indosiar, Live Streaming di Vidio
• 14 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.