Luhut Sebut Bansos Tak Lagi Berbentuk Barang, Tapi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Subsidi bantuan sosial (bansos) tidak akan lagi berupa barang, namun berbentuk cash transfer sebesar Rp5,4 juta per orang.

Luhut Sebut Bansos Tak Lagi Berbentuk Barang, Tapi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, ke depan subsidi bantuan sosial (bansos) tidak akan lagi berupa barang, namun berbentuk cash transfer sebesar Rp5,4 juta per orang. 

“Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima. Rata-rata kita kumpulkan bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang,” kata Luhut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Baca Juga:
Begini Upaya PNM Hadirkan Masa Depan Anak-Anak Lewat Pelestarian Laut

Saat ini, pemerintah tengah mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Menurutnya, pemanfaatan AI akan menjadi fondasi penting dalam pengelolaan data nasional, terutama untuk memastikan berbagai program bantuan pemerintah tepat sasaran. 

Baca Juga:
Kejar Peningkatan Kapasitas, Madusari (MOLI) Siapkan Capex Rp350 Miliar

Salah satu perubahan yang akan dilakukan adalah mengalihkan pola subsidi dari berbasis barang menjadi berbasis penerima manfaat.

Tak hanya untuk program bansos, Luhut mengatakan sistem data tunggal berbasis AI juga akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan UMKM. Pemerintah menilai teknologi tersebut mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai profil pelaku usaha, sehingga kebijakan pembiayaan maupun pendampingan dapat disusun secara lebih tepat.

Baca Juga:
Suku Bunga Naik ke 5,50 Persen, Langkah BI Dinilai Tepat Stabilkan Rupiah dan Inflasi

“Dan ini nanti dikelompokkan dengan AI. Kita akan bisa mendorong UMKM dengan memberikan skor yang baik karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya karena teknologi,” katanya.

Luhut menambahkan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar yang menerapkan sistem pemerintahan digital berbasis AI secara terintegrasi. 

Dengan populasi yang diperkirakan mendekati 300 juta jiwa dalam beberapa tahun ke depan, penerapan teknologi tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui sistem tersebut, Luhut mengatakan pemerintah juga akan memiliki kemampuan pemantauan yang lebih baik terhadap berbagai program dan layanan publik. Seluruh proses, mulai dari pengumpulan data hingga pelaksanaan kebijakan dapat diawasi secara real time untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pemerintahan. “Semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini,” kata Luhut.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan sistem digital tersebut dilakukan oleh talenta dalam negeri. Menurutnya, keterlibatan sumber daya manusia Indonesia menjadi bukti kemampuan nasional dalam membangun teknologi yang mendukung transformasi pemerintahan.

“Dan sekali lagi sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia,” kata Luhut.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tenangkan Investor, Bahlil Tegaskan Tidak Ada Perubahan Aturan Tambang
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gol Cepat Ole Romeny Jadi Sorotan Besar Media Belanda, Disebut Kunci Kemenangan Beruntun Timnas Indonesia
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Timnas Indonesia Diminta Menang atas Mozambik Supaya Makin Melesat di Ranking FIFA
• 14 jam lalubola.com
thumb
5 Makanan Tinggi Nutrisi untuk Membantu Menambah Berat Badan Secara Sehat
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Penipuan Dam dan Badal Haji Terungkap di Tanah Suci, Dahnil: Pelakunya Justru Paham Fikih dan Agama
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.