Gadis kecil bernama Syua Adana Edih (8) dan Shanum Alia Edih (6) harus kehilangan ibu dan ayahnya di usia mereka yang masih membutuhkan hangat kasih sayang orang tua.
Sang ibu, Ridanti Amalia, dan ayahnya, Edih, meninggal usai ditabrak taksi di kawasan Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Senin (6/5) sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut paman mereka, Reza Irawan, kecelakaan itu berawal saat Edih yang bekerja sebagai kurir mengantarkan barang bersama istrinya ke kawasan Gading Serpong. Tiba-tiba mereka ditabrak taksi Bluebird.
Ibu kedua anak itu meninggal karena terlindas. Sementara sang ayah meninggal di rumah sakit.
"Kedua korban meninggal ini kakak saya perempuan meninggal di tempat karena terlindas. Untuk suaminya itu meninggal di Rumah Sakit Bethsaida," kata Reza, Selasa (9/6).
Reza mengenang sosok kakak iparnya sebagai orang yang baik dan pekerja keras. Harta satu-satunya yakni motor yang biasa digunakan Edih bekerja juga rusak akibat ditabrak.
"Itu juga (motor) sekarang sudah hancur, jadi enggak bisa mewariskan apa-apa untuk kedua anaknya," ucapnya.
Syua dan Alia Tinggal Bersama Nenek
Kini Syua dan Alia tinggal bersama nenek mereka.
"Anaknya sekarang sementara ikut neneknya," katanya.
Menurut Reza, kedua anak itu kini sangat kesulitan secara ekonomi. Nenek mereka menjadi tumpuan satu-satunya.
Ia menambahkan, setelah kecelakaan itu pihak taksi memberi mereka Rp 50 juta. Namun, tawaran tersebut ditolak.
"Soalnya dari kemarin itu pemberian dari pihak Bluebird itu dirasa masih sangat minim. Untuk dua nyawa kakak saya cuma dihargai Rp 50 juta, enggak kita terima sih," ujarnya.
Harap Bantuan Pendidikan
Keluarga kini berharap pihak taksi memberi bantuan pendidikan bagi kedua anak yatim piatu itu.
"Kita yang penting dijamin untuk pendidikannya minimal sampai mereka usia 21 tahun dan biaya kehidupannya aja sih. Cuma itu tuntutan dari kita," ucap dia.
Respons Bluebird
Pihak Bluebird Group menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan itu.
"Bluebird menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya pengguna jalan lain dalam kejadian yang melibatkan armada kami," kata Bluebird Group.
Pihak Bluebird juga mengaku bertanggung jawab atas insiden itu.
"Kami terus menjalankan komitmen untuk memberikan pendampingan serta upaya penyelesaian tanggung jawab. Adapun sejak kejadian pada 6 Mei 2026 hingga Senin, 8 Juni 2026, komunikasi serta diskusi masih konsisten dilakukan bersama pihak keluarga," ucapnya.
Saat ditanya terkait tanggung jawab dan bantuan yang diberikan kepada keluarga korban, pihak Bluebird belum memberikan jawaban lebih lanjut.





