Bisnis.com, JAKARTA – STAR Asset Management meluncurkan produk reksa dana pendapatan tetap (RDPT) bertajuk STAR Fixed Income 4 yang didominasi oleh aset dasar surat utang korporasi.
Chief Investment Officer STAR Asset Management Rania Rahmundita, menerangkan produk ini dapat menjadi solusi bagi investor di tengah lesunya kondisi pasar modal RI. Hal itu lantaran produk ini cenderung memiliki risiko low—moderate.
”Lalu underlying-nya adalah sebagian besar obligasi korporasi yang sudah kami kurasi, sudah kami pilihkan dengan kualitas yang terbaik, dengan rata-rata rating AA-,” katanya kepada wartawan di BEI, Selasa (9/6/2026).
Rania menilai, di tengah kondisi lesu pasar modal RI, produk ini dapat menjadi defensive anchor bagi investor saat ini.
Dalam pemilihan underlying asset, Rania memastikan pihaknya mengkombinasikan analisa fundamental dan bottom-up terhadap setiap penerbit dalam reksa dana ini. Selain itu, kemampuan perusahaan untuk membayar setiap kewajiban juga dinilai menjadi faktor lainnya dalam penilaian underlying asset.
”Jadi bisa dibilang analisa fundamental yang kami terapkan dalam strategi investasi kami cukup ketat. Jadi kami berharap bahwa dalam setiap portofolio kami, underlying-nya adalah obligasi korporasi yang berkualitas tinggi,” tambahnya.
Baca Juga
- Ironi Reksa Dana Global: Kinerja Moncer, Tak Dilirik Investor Lokal
- Yield SBN Tembus 7,31%, Kekhawatiran Fiskal Bayangi Pasar Obligasi RI
- Efek BI Rate hingga Rencana Buyback Himbara, Saham Bank Pesta!
Dalam paparannya, beberapa produk yang menjadi konstituen terbesar dalam produk ini antara lain obligasi Bank Sinarmas, obligasi Barito Pacific, obligasi Sinar Mas Multiartha, hingga obligasi Merdeka Battery Materials.
Manajemen STAR menerangkan produk ini memiliki objektif untuk memberikan potensi kinerja di atas benchmark Indonesia 1-Month IDR Deposit Rate ditambah 1%, sehingga dinilai memberikan peluang optimalisasi pendapatan investasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan preservasi modal.
Di satu sisi, Rania menerangkan bahwa di tengah kondisi lesu pasar modal RI, ada beberapa produk ke depan yang berpotensi diundur penerbitannya. Saat ini, pasar dinilai tengah fokus pada insturmen pendapatan tetap.
”Tapi karena kondisi pasar, jadi kami tetap lebih fokus di fixed income dulu. Jadi, yang kami rebranding ini lebih di fixed income. Ke depannya, dengan kondisi pasar yang sangat dinamis, kami mungkin perlu merevisi lagi pipeline produk kami ke depannya,” tutupnya.





