DUBAI, KOMPAS.TV - Sebuah helikopter serang milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) jatuh di dekat Selat Hormuz pada Selasa (9/6/2026) waktu setempat.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dua awak di dalamnya tidak terluka dalam insiden di dekat jalur air strategis yang secara efektif ditutup Iran selama perang itu.
“Para pilot baik-baik saja. Tidak ada yang terluka. Kami akan mengeluarkan laporan besok. Tapi para pilot baik-baik saja,” kata Trump dikutip dari The Associated Press.
Menurut Komando Pusat Militer AS, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.30 pagi waktu setempat di lepas pantai Oman, saat helikopter posisinya sedang berpatroli. Anggota kru yang berada di dalam helikopter itu diselamatkan dalam waktu dua jam. Kondisi mereka disebut stabil.
Helikopter AH-64 Apache telah menjadi aset kunci bagi militer Amerika dalam menegakkan blokade terhadap pengiriman minyak mentah dan kapal tanker Iran.
Blokade dilakukan sebagai upaya untuk menekan Teheran demi mencapai kesepakatan. Helikopter ini juga telah digunakan oleh Uni Emirat Arab untuk menembak jatuh drone Iran.
Baca Juga: Serangan Udara Israel ke Lebanon hingga Puing-Puing Rudal Iran Jatuh di Suriah Selatan
The New York Times pertama kali melaporkan kecelakaan tersebut. Adapun penyebab jatuhnya helikopter Apache itu masih belum diketahui.
Namun, satu hari sebelumnya Iran dan Israel saling baku tembak dan mencederai gencatan senjata. Televisi pemerintah Iran melaporkan pada hari Selasa bahwa serangan Israel menewaskan setidaknya dua anggota unit pertahanan udara negara itu.
Sejak AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari, perang tersebut telah mengguncang ekonomi global, menaikkan harga energi di seluruh dunia, dan membuat banyak kebutuhan pokok, termasuk makanan, menjadi lebih mahal.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Associated Press
- helikopter AS
- helikopter jatuh
- selat hormuz





