Makassar, ERANASIONAL.COM – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 5 Makassar untuk jalur reguler menunjukkan tingginya minat calon siswa.
Tercatat sebanyak 389 peserta mendaftar melalui tiga jalur, yakni domisili zona 1, afirmasi, dan mutasi.
Kepala sekolah SMPN 5 Makassar, Dr. Sudirman Kadir menjelaskan, jumlah pendaftar pada jalur domisili zona 1 mencapai 292 orang, jalur afirmasi 72 orang, dan jalur mutasi sebanyak 25 orang.
“Dari jumlah tersebut, yang diterima di jalur domisili zona 1 sebanyak 54 siswa, jalur afirmasi 102 siswa, dan jalur mutasi 18 siswa,” ujar Kadir, Selasa 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, khusus jalur afirmasi seluruh peserta yang lolos verifikasi berkas dapat diterima karena kuota yang tersedia belum terpenuhi.
Namun, panitia menemukan adanya lima nama yang masih tercantum dalam sistem meski tidak melakukan pendaftaran maupun verifikasi ulang pada jalur reguler.
Menurutnya, kondisi itu terjadi karena data peserta sebelumnya masih terhubung dengan pendaftaran kelas unggulan dan belum terhapus secara otomatis dari sistem.
“Seharusnya ketika dinyatakan tidak lulus di jalur sebelumnya, datanya ter-reset. Namun ternyata masih muncul di sistem sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang,” jelasnya.
Dia menduga sebagian calon siswa yang rumahnya berjarak dekat dengan sekolah mengira data mereka akan otomatis masuk ke jalur berikutnya tanpa harus melakukan pendaftaran ulang.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya protes dari calon siswa maupun orang tua, pihak sekolah telah menyiapkan seluruh dokumen dan bukti pendaftaran sebagai bahan penjelasan.
“Kami harus siap memberikan keterangan yang akurat, termasuk bukti pendaftaran dan proses verifikasi yang dilakukan peserta,” katanya.
Selama proses seleksi, panitia juga memberikan toleransi kepada peserta yang mengalami kendala informasi.
Bahkan pada jalur mutasi, verifikasi dilakukan hingga melewati batas waktu karena masih menunggu peserta yang belum melengkapi persyaratan.
Evaluasi juga dilakukan terkait minimnya pemahaman calon siswa terhadap mekanisme pendaftaran berbasis digital.
Ke depan, sekolah menilai perlu adanya sosialisasi yang lebih intensif agar peserta memahami setiap tahapan seleksi.
“Karena sekarang semua informasi berbasis digital dan media sosial, banyak siswa yang belum memahami alur pendaftaran secara menyeluruh,” ungkapnya.
Setelah tahap reguler selesai, sekolah masih akan membuka jalur berikutnya pada pekan depan.
Saat ini masih tersedia sekitar 72 kuota yang nantinya akan diperebutkan kembali melalui jalur prestasi.
Jalur prestasi sendiri terdiri atas beberapa kategori, di antaranya prestasi akademik, non-akademik, keagamaan, serta prestasi kepemimpinan dengan persentase kuota yang telah diatur dalam petunjuk teknis.
Kadir menambahkan, jumlah kuota yang tersedia pada jalur prestasi masih bisa bertambah apabila terdapat siswa yang telah dinyatakan lulus namun tidak melakukan daftar ulang.
“Sesuai petunjuk teknis, jika ada kuota yang tidak terisi atau ada peserta yang tidak melakukan daftar ulang, maka kuota tersebut akan dialihkan ke jalur prestasi,” pungkasnya. []





