JAKARTA, DISWAY.ID-- Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, selasa 9 Juni 2026 dinilai berkaitan dengan meredanya spekulasi mengenai reshuffle kabinet, khususnya isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan pasar merespons positif setelah muncul penegasan bahwa rumor pergantian Menteri Keuangan tersebut tidak benar.
BACA JUGA:Dolar Melambung, Pedagang Pasar Senen Rasakan Daya Beli Masyarakat Turun
Menurut Aditya, berkurangnya ketidakpastian politik menjadi salah satu faktor yang membantu memperbaiki sentimen investor.
Pasar keuangan pada umumnya tidak menyukai ketidakpastian, terutama yang berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi pemerintah.
"Rumor pergantian menteri keuangan sempat memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah. Ketika isu itu dibantah, sebagian investor kembali percaya bahwa tidak akan ada perubahan mendadak pada kebijakan ekonomi," kata Aditya, Selasa (9/6).
BACA JUGA:Aceh Bangkit! Kasatgas Tito Sebut Pemulihan Pascabencana Terus Menunjukkan Kemajuan
Ia menjelaskan, investor juga menaruh perhatian pada kesinambungan kebijakan ekonomi. Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dinilai penting dalam menjaga stabilitas rupiah serta pasar obligasi.
Dengan tidak adanya pergantian mendadak di posisi strategis tersebut, pasar melihat peluang kebijakan ekonomi dapat berjalan lebih konsisten sehingga meningkatkan kepercayaan investor.
Selain faktor tersebut, penguatan pasar juga dipengaruhi aksi beli setelah tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.
Sehari sebelumnya, IHSG mengalami penurunan cukup tajam dan nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
BACA JUGA:Meski Rupiah Hancur-Hancuran Ditekan Dolar AS, DEN Sebut Fundamental Ekonomi Tetap Kokoh Dibanding 1998
Ketika sentimen negatif mulai mereda, sebagian investor memanfaatkan kondisi harga saham yang telah turun untuk melakukan aksi beli atau buy on weakness.
Langkah tersebut kemudian membantu mendorong rebound IHSG dan penguatan rupiah.
Meski demikian, Aditya mengingatkan bahwa penguatan IHSG dan rupiah tidak dapat dikaitkan hanya dengan meredanya rumor reshuffle kabinet.
- 1
- 2
- »





