Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Menurun Jadi 13 Kejadian per Hari

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Manado: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekam adanya penurunan frekuensi kegempaan vulkanik dangkal Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pemantauan tersebut dilakukan pada periode evaluasi 23–31 Mei 2026.

"Kondisi Gempa Vulkanik Dangkal saat ini mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya dengan rata rata kejadian berkurang dari 41 kejadian per hari menjadi 13 kejadian per hari," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dilansir dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026. 

Pada pengamatan instrumental terekam sebanyak 119 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata rata 13 kejadian per hari, 31 kali gempa vulkanik dalam (VA), enam kali gempa tektonik lokal (TL), satu kali gempa terasa dengan skala I MMI, dan 164 kali gempa tektonik jauh (TJ).
 

Baca Juga :

Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Naik, Jadi 41 Kali per Hari

Gempa vulkanik dangkal pada periode ini mengalami penurunan. Sementara, rentetan gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam (Spasmodic Burst) tidak terekam kembali.

Terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam yang menunjukkan adanya suplai magma baru dari kedalaman. Kondisi ini masih perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi aktivitas gunung dalam beberapa hari ke depan.

Peningkatan kegempaan secara tiba tiba (swarm gempa vulkanik) maupun peningkatan Gempa Low Freguency perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan. Hal ini terjadi lantaran masih tingginya aktivitas tektonik regional di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku.

Potensi bahaya Gunung Awu yang mungkin terjadi berupa erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik. Erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api maupun material erupsi sebelumnya.

Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan. Potensi bahaya lain berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa apabila konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.


Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut. ANTARA/HO-ESDM


Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Awu masih pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan diharapkan tidak memasuki dan tidak beraktivitas di dalam wilayah radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.

Masyarakat diajak mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Masyarakat juga diminta tidak terpancing oleh berita berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Awu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Sadis Terbongkar, Keponakan Diduga Bunuh dan Perkosa Tante di Jeneponto
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
Kita Semua adalah Gregor Samsa: Ketika Manusia Hanya Dihargai Lewat Slip Gaji
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Rapat Paripurna DPR Setujui RUU Polri Disahkan Jadi Undang-undang
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
KPK Tangkap Bupati Muara Enim dalam Operasi Senyap di Sumsel
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
Buku Presiden Solusi Diluncurkan, Ungkap 108 Langkah Prabowo Atasi Masalah
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.