JAKARTA, DISWAY.ID - Pedagang Pasar Senen turut merasakan turunnya daya beli masyarakat dalam beberapa pekan terakhir.
Para pedagang menduga, loyonya omzet jualan dipengaruhi merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:Meski Rupiah Hancur-Hancuran Ditekan Dolar AS, DEN Sebut Fundamental Ekonomi Tetap Kokoh Dibanding 1998
Adapun pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 14.31 WIB, nilai tukar rupiah tembus Rp18.168 per dolar AS.
Sepinya pembeli salah satunya dirasakan pedagang ayam potong di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Suparna (45).
Saat ditemui di lapaknya pada Selasa, 9 Juni 2026, Suparna mengeluhkan sepinya pembeli. Hingga siang hari, stok daging ayam masih menumpuk di atas meja dagangannya.
"Bener-bener sepi. Pengen ngejerit kalau dirasain mah," kata Suparna.
BACA JUGA:BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen, Ini Alasannya
Suparna menerangkan, harga daging ayam juga mengalami kenaikan sejak beberapa bulan terakhir. Kenaikannya bertahap mulai Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram (Kg).
Meski kenaikannya tidak signifikan, bagi pedagang kecil seperti Suparna, terasa sangat memberatkan.
"Dari sebulan kemarin yang bikin lonjak-lonjak terus harganya. Bukan kerasa lagi. Berat," ucapnya.
Pedagang ayam lainnya, Tin (49) mengatakan, penurunan omzet penjualan bukan hanya dipengaruhi kenaikan harga.
Faktor lainnya karena adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kata Tin sejak adanya program MBG, omzet penjualannya anjlok hingga 50 persen.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan Sembilan Duta Besar Negara Sahabat
Hal ini terjadi lantaran kantin-kantin di sekolah yang sudah masuk program MBG tidak lagi membeli ayam potong.
- 1
- 2
- »





