SPIEF 2026 Ditutup, Lebih dari 30 Kerja Sama Baru Berhasil Disepakati

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
St. Petersburg: St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 resmi berakhir dengan sejumlah capaian penting. 
 
Salah satu yang tercatat adalah lebih dari 30 perjanjian kerja sama baru yang melibatkan berbagai pelaku usaha, lembaga pendidikan, asosiasi bisnis, hingga institusi pembangunan dari berbagai negara dilakukan di forum yang kerap disebut "Davosnya Rusia" itu.
 
Kesepakatan tersebut tercapai melalui Roscongress International Cooperation Area, salah satu pusat aktivitas internasional selama SPIEF 2026 yang menjadi wadah dialog dan pertemuan bisnis lintas negara.

Tak hanya menjadi tempat diskusi, area tersebut juga memfasilitasi  pertemuan bilateral dan agenda tematik yang mempertemukan mitra dari Rusia, Asia, Afrika, Timur Tengah, hingga negara-negara di Belahan Bumi Barat.
 
Ketua Dewan sekaligus CEO Roscongress Foundation, Alexander Stuglev, mengatakan area kerja sama internasional tersebut dirancang untuk menghasilkan kerja sama yang nyata, bukan sekadar diskusi.
 
“Area Kerja Sama Internasional Roscongress mencerminkan pendekatan kami terhadap kerja sama internasional secara sempurna: dialog langsung yang menghasilkan hasil nyata. Kami telah menciptakan ekosistem yang memungkinkan pelaku bisnis Rusia berkomunikasi secara terbuka dan produktif dengan wilayah-wilayah Rusia maupun mitra internasional di Paviliun E ExpoForum," tuturnya dikutip pada Selasa, 9 Juni 2026.
 
Menurut Stuglev, fokus utama SPIEF bukan hanya membangun jaringan, tetapi juga membuka peluang bisnis baru, melahirkan proyek bersama, serta memperluas akses ke pasar internasional.
  Baca juga: BRICS Salip G7, Putin Ungkap Perubahan Besar Peta Ekonomi Dunia Dihadiri mitra dari berbagai kawasan dunia Sepanjang forum berlangsung, Roscongress International Cooperation Area menghadirkan berbagai mitra internasional, termasuk Dewan Bisnis Rusia-ASEAN, Dewan Bisnis Rusia-Thailand, TV BRICS International Media Network, hingga delegasi bisnis dari Tanzania.
 
Peserta dan pembicara yang hadir juga berasal dari berbagai negara seperti Tiongkok, India, Kazakhstan, Kirgizstan, Tanzania, Jerman, Italia, Amerika Serikat, hingga sejumlah negara Afrika.
 
Selain agenda bisnis, SPIEF 2026 juga menjadi panggung bagi pembahasan isu-isu global mulai dari investasi, transformasi industri, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi digital, energi, hingga kerja sama kawasan Eurasia dan ASEAN. Indonesia ikut ambil bagian Indonesia turut menjadi salah satu negara yang aktif dalam berbagai agenda SPIEF 2026. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi salah satu tokoh yang diwawancarai oleh TV BRICS selama forum berlangsung.
 
Keikutsertaan Indonesia juga semakin strategis setelah penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) pada akhir 2025 yang membuka peluang lebih luas bagi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan kawasan Eurasia.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Gempa Bumi Paling Dahsyat dalam Sejarah Indonesia
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Air Mata Nanik saat Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN
• 21 jam laludetik.com
thumb
Dipolisikan Ratu Sofya, Reza Aditya Bakal Laporkan Balik Sang Aktris?
• 19 jam lalugrid.id
thumb
BMKG: 23 Kota Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini 9 Juni 2026, Cek Lokasinya
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Luhut Cs Ingatkan Prabowo Soal Risiko Harga Naik Imbas Dolar Rp 18.000
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.