jpnn.com, JAKARTA - Partai Demokrat membantah kabar yang menyebut ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terkait dengan Sony Sonjaya yang kini berstatus tersangka korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan AHY tidak mengenal maupun memiliki hubungan komunikasi dengan Sony Sonjaya.
BACA JUGA: Pengacara Ungkap Kondisi Sony Sonjaya Setelah Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Hmm..
“AHY tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY juga tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan yang bersangkutan,” kata Herzaky dalam pernyataan tertulis, Selasa (9/6).
Herzaky juga menegaskan AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, maupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBH, ataupun urusan lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung.
BACA JUGA: Sony Siap Buka-Bukaan Soal Korupsi MBG, Legislator: Lebih Baik Dituangkan di BAP
Menurut Herzaky, unggahan yang beredar di media sosial memuat frasa '2 Orang Kolonel usulan AHY' terkait dengan kasus Sony. Namun, unggahan itu tidak memerinci siapa yang dimaksud dengan 'AHY' maupun '2 Orang Kolonel' tersbut.
“Apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, maka pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apa pun,” ujarnya.
BACA JUGA: Ikuti Instruksi AHY, Demokrat Jakarta Berikan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga
Oleh karena itu, Partai Demokrat menegaskan jika penyebutan frasa '2 Orang Kolonel usulan AHY' itu merujuk kepada Agus Harimurti Yudhoyono, berarti kabar yang menyebar tersebut merupakan informasi yang tidak benar.
“Hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran,” tegas Herzaky.
Meski demikian, Partai Demokrat menyatakan tetap menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional.
Partai Demokrat berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, serta berdasarkan fakta yang telah terverifikasi.(kkp/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Kenny Kurnia Putra




