Bisnis.com, JAKARTA – Defisit neraca perdagangan barang dan jasa Amerika Serikat (AS) menyempit tipis pada April 2026 karena kenaikan ekspor yang melampaui pertumbuhan impor.
Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) melaporkan pada Selasa (9/6/2026), defisit perdagangan turun US$0,7 miliar menjadi US$55,9 miliar dari US$56,6 miliar pada Maret 2026.
Melansir Anadolu Agency, defisit ini lebih rendah dari perkirakan pelaku pasar sebelumnya yang memproyeksi defisit perdagangan mencapai US$56,2 miliar.
BEA melaporkan total ekspor AS tercatat sebesar US$327,1 miliar pada April atau naik US$8,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, impor meningkat US$7,6 miliar menjadi US$383 miliar.
Penyempitan defisit secara keseluruhan dipengaruhi oleh penurunan defisit barang sebesar US$2,4 miliar menjadi US$83,7 miliar. Namun, surplus sektor jasa turun US$1,7 miliar menjadi US$27,8 miliar.
Secara kumulatif selama empat bulan pertama tahun ini, defisit barang dan jasa AS menyusut US$213,5 miliar atau 49,1% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Baca Juga
- China dan Korut Jalin Kerjasama saat Donald Trump Terus Bikin Gonjang-ganjing Dunia
- Trump Tidak Akan Cairkan Aset Iran Sebelum Deal Kesepakatan
- Trump Teken Perintah Eksekutif, Minta Akses Dini ke Model AI Berisiko Tinggi
Ekspor pada periode Januari—April meningkat US$128,2 miliar atau 11,3% secara tahunan. Sebaliknya, impor turun US$85,3 miliar atau 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Neraca perdagangan bulanan menjadi salah satu indikator yang dicermati pelaku pasar karena berkontribusi dalam perhitungan produk domestik bruto (PDB) AS. Defisit yang lebih sempit berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi, sedangkan pelebaran defisit dapat menekan kinerja PDB bergantung pada dinamika ekspor dan impor.
Data terbaru ini dirilis di tengah perubahan arus perdagangan AS dalam beberapa bulan terakhir yang dipengaruhi oleh pergeseran permintaan barang, penyesuaian persediaan, serta ketidakpastian rantai pasok global dan kebijakan perdagangan.
Melansir Investing, ekonom sebelumnya memperkirakan penyempitan tipis pada defisit perdagangan. Namun, realisasi data melampaui ekspektasi pasar sehingga memberikan gambaran yang lebih positif terhadap kinerja ekonomi AS di pasar global.
Penyusutan defisit perdagangan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk potensi kenaikan ekspor, penurunan impor, maupun kombinasi keduanya.
Sebagai perbandingan, defisit perdagangan pada bulan sebelumnya tercatat sebesar minus US$60,30 miliar. Perbaikan pada laporan terbaru ini mencerminkan efektivitas strategi ekonomi AS dalam mengelola hubungan perdagangan internasional.





