Dubes RI: Energi, AI fokus kerja sama dengan Korea Selatan

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Seoul (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan menilai bahwa sektor energi, kecerdasan buatan (AI) dan teknologi terdepan, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus kerja sama di masa depan dengan Korea Selatan.

Dubes Cecep menyampaikan bahwa ketegangan di Selat Hormuz yang mengancam stok minyak dunia, menjadi sebuah pengingat untuk kembali meninjau kerja sama energi, termasuk dengan Korea Selatan yang menurutnya cukup hebat dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan.

“Kita melihat sektor energi adalah sektor yang menjadi fokus yang perlu kita terus kembangan untuk bekerja sama,@ katanya pada acara ‘Indonesian Next-Generation Journalist Network’ yang diselenggarakan oleh Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan, Selasa.

Terkait kecerdasan buatan, Dubes Cecep menjelaskan bahwa Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung mempunyai program yang sangat kuat untuk mengembangkan Korea sebagai kekuatan AI nomor 3 di dunia, setelah Amerika Serikat dan China.

Menurut diplomat itu, Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk bisa mengejar pengembangan AI, baik dari sisi tata kelola maupun dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM).

Sedangkan di sisi teknologi, dirinya menyoroti pengembangan teknologi nuklir yang telah dibangun Korea Selatan di Uni Emirat Arab, dan sedang mengembangkan advanced small modular reactor nuklir yang memiliki kapasitas kecil dan bisa dipindahkan dari tempat ke tempat lain.

Adapun di bidang pengembangan SDM, Dubes Cecep menyampaikan bahwa Korea Selatan bersama Badan Riset Nasional Indonesia (BRIN) tengah mengembangkan high performance computing di Indonesia sebagai infrastruktur dasar bagi pengembangan dan pelatihan SDM.

Menurutnya, kondisi Indonesia yang memiliki bonus demografi besar harus dimanfaatkan dengan peningkatan pendidikan dan keterampilan generasi muda.

“Saya meyakini semua, bahwa apabila ketika berbagai strategi, energi, AI, dan pendidikan ini bisa diperkuat, maka hubungan Indonesia dan Korea ini tidak hanya akan semakin strategis, tetapi juga semakin relevan bagi kita untuk menjawab tantangan global,” kata Dubes Cecep.

Adapun Korea Selatan merupakan merupakan mitra dagang terbesar ke-7 Indonesia. Volume perdagangan Indonesia dan Korea Selatan pada 2025 mencapai 18 miliar dolar AS dengan Indonesia surplus sebanyak 25 persen.

Hubungan kedua negara juga telah meningkat menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae-Myung pada April 2026.

Baca juga: Korsel dorong penguatan kerja sama seiring penurunan volume dagang

Baca juga: Kemen-P2MI pastikan hak PMI yang meninggal di Korea Selatan terpenuhi

Baca juga: Indonesia-Korsel perkuat kemitraan strategis komprehensif khusus


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tahanan Kasus Pencurian Motor di Binjai Kabur Usai Sidang di Pengadilan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Periksa 70 Saksi di Kasus Penipuan Travel Umrah Hanania Group
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Tetap Glowing Meski Tanpa Makeup, Ini Makanan yang Bantu Kencangkan Kulit Wajah di Usia 40-an
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
RI-Singapura perkuat kerja sama ketahanan rantai pasokan
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Cara Mengenali Orang yang Menyimpan Luka Batin dari Ucapannya
• 2 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.